Menguak Manfaat Pengobatan Kerokan

Suka artikel ini, bagikan:

Neomisteri – “Dari mana aja lu, dua hari ini enggak pernah kelihatan nongkrong di warung kopi?” ujar Widodo kepada sahabatnya, Khoirul yang baru muncul di warung kopi, Pasar Minggu. “Biasa, badan lagi enggak enak. Masuk angin abis mancing semaleman di empang Depok Minggu kemarin,” ujar Khoirul berseloroh.

“Udah ke dokter?” tanya Widodo kembali menyeruput kopi hangatnya. “Enggak, dikerokin aja ama bini semalem, lumayan pada merah. Sekarang udah mendingan kok, badan jadi lebih enteng” jawab Akbar berseloroh sambil menyantap bakwan yang tersaji di meja warung.

—————————————————————————–

Kerokan memang telah menjadi salah satu teknik pengobatan tradisional yang sudah sejak lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia selama beratus-ratus tahun lalu. Kerokan dipercaya mampu memulihkan kondisi tubuh yang lesu akibat angin berlebih di dalam tubuh. Namun tidak sedikit juga yang meragukan khasiat dari kerokan.

Kerokan sendiri adalah teknik pengobatan dengan menggunakan koin atau bawang merah. Metodenya dengan cara mengerok berulang-ulang dengan pola horizontal pada bagian tubuh pasien yang menderita masuk angin. Kerokan biasanya dilakukan di leher, lengan, dada dan punggung.

Biasanya, untuk melancarkan kerokan di tubuh, digunakan minyak sayur yang dicampur dengan minyak angin atau balsam guna menghangatkan tubuh. Jika pasien tidak sanggup dikerok menggunakan koin, bisa juga kerokan dilakukan menggunakan bawang merah. Ini biasanya digunakan untuk pasien yang masih belia.

Kerokan diyakini bisa meningkatkan aliran darah di permukaan kulit dan membantu melepas ‘angin jahat’ yang mengendap di tubuh. Semakin merah bagian tubuh yang dikerok dipercaya semakin banyak endapan angin yang berhasil dikeluarkan. Sedangkan jika tidak ada tanda merah, berarti pasien tidak mengalami masuk angin.

Dan teknik kerokan tidak hanya dikenal di Indonesia saja, melainkan di sejumlah negara asia lainnya. Masyarakat Vietnam sejak lama menerapkan teknik pengobatan ini. Mereka biasanya menyebut pengobatan kerokan dengan istilah Cao Giodi. Sementara di Cina, teknik pengobatan kerokan dinamakan Gua Sua. Kerokan dengan meggunakan batu giok.

Namun seperti apa pandangan ilmu medis terhadap metode kerokan?

Dalam ilmu medis, kerokan diketahui metode yang bisa membuka atau melebarkan pembuluh darah kulit (vasaditilasi) dan membuat darah mengalir kembali setelah sebelumnya sempat menguncup (vasokontiksi) akibat terpapar dingin, angin malam atau kurang gerak. Dan jejak warna merah yang tercipta disebabkan pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukan kulit pecah.

Pasien yang pernah beberapa kali menjalani kerokan, biasanya akan kecanduan dengan teknik pengobatan ini. Hal ini bukan tanpa alasan, karena saat dilakukan kerokan, tubuh pasien mengeluarkan hormon endorfin yang bisa mengurangi nyeri otot yang menjadi salah satu gejala masuk angin.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Ahli Kedokteran Olahraga, dr. Michael Triangto, Sp. KO percaya teknik kerokan memang berkhasiat untuk menyembuhkan demam atau istilah masyarakat tradisional Indonesia, ‘tidak enak badan’. “Kerokan pada dasarnya adalah menipiskan kulit. Tindakan ini membuat panas tubuh mudah keluar. Sehingga suhu tubuh yang semula demam menjadi turun,” ujarnya.

“Saat kerokan pun ada faktor penekanan seperti pemijatan. Hal ini akan memberi efek pemanjangan pada otot-otot yang memendek karena peradangan. Dengan begitu rasa pegal-pegal pun akan hilang,” tambahnya.

Tapi tidak semua dokter meyakini khasiat kerokan. Dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono menilai kerokan tidak dikenal oleh dunia pengobatan barat. “Di negara-negara barat, kerokan sama sekali tidak dikenal,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.

Dengan berbagai pendapat dan fakta yang kami sajikan, silahkan anda memilih, apakah percaya dengan khasiat kerokan atau tidak.

Artikel Menarik Lainnya

Ragam Khasiat Daun Sambiloto Neomisteri - Sambiloto atau sambilata, ki pait, bidara, andiloto merupakan tanaman yang sangat mudah ditemui di Indonesia, Dan sejak lama tanaman ini ...
Khasiat Rahasia Jalan Kaki untuk Kesehatan Neomisteri - Mungkin ini terkesan sepele. Namun nyatanya berjalan kaki memiliki banyak khasiat buat kesehatan. Seperti dikutip dari vivalife, berikut ...
Khasiat Sambung Nyawa untuk Berbagai Penyakit Neomisteri - Daun Sambung Nyowo dikenal juga dengan nama Sambung Nyowo atau Akar Sebiak. Daun yang memiliki nama latin Gynura procumbens dan banyak tu...
Mengintip Terapi Tampar Wajah Dan Payudara Neomisteri - Terapi ini dinamakan Terapi Tampar Wajah karena teknik pengobatannya dengan cara menampar dan memijat area tertentu di wajah. Terapi trad...
Ragam Khasiat Mengkudu Neomisteri - Tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m. Pohonnya mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol putih. Buahnya merupakan buah majemuk,...
5 Tips Alami Melakukan Detoks Neomisteri - Pola makan yang tidak sehat, polusi, dan stres, bisa membuat tubuh kita dipenuhi oleh berbagai jenis racun yang perlu dibersihkan. Beriku...
Tren Bekam di Kalangan Artis Hollywood Neomisteri - Pengobatan alternatif kini tidak hanya diminati oleh masyarakat biasa. Para artis Hollywood juga mulai melirik pengobatan alternatif seba...
Bahaya Kebiasaan Minum Air Dingin Neomisteri - Masyarakat Jepang dan Tiongkok sejak lama memiliki kebiasaan minum teh hangat dan meminum air hangat bukan air dingin setelah makan. Mung...
Penelitian: Manfaat Puasa untuk Meningkatkan Kekeb... Neomisteri - Terungkap, puasa sedikitnya selama tiga hari dapat meregenerasi sistem kekebalan tubuh. Dari hasil penelitian. sistem kekebalan seseorang...
Manfaat Rahasia Kaktus Neomisteri - Lima mahasiswa kedokteran dan farmasi universitas di Yogyakarta membuat terobosan dengan menjadikan kaktus sebagai obat untuk menyembuhka...

4 comments

  1. Karna di barat belum mencoba., dan tes ilmiah dan jauh dari asia..
    Jadi barat belum tahu apa2..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *