Strategi Bisnis: Menciptakan ‘Emas’ dari ‘Sampah’

Suka artikel ini, bagikan:

Neomisteri – Bagi seorang enterpreneur atau usahawan yang ingin mengembangkankan bisnisnya bisa menerapkan strategi ‘mengubah sampah menjadi emas’ atau dalam kata lain ‘menciptakan sesuatu yang berharga dari sesuatu yang tidak berarti’.

Strategi ini menganjurkan digunakannya suatu penampilan palsu. Bukannya mengelabui musuh secara total, tetapi membuat apa yang palsu kelihatannya riil. Jika seseorang bisa menggunakan penampilan palsu untuk menyelimuti kebenaran, musuh akan mempunyai konsepsi yang keliru mengenai suatu situasi.

Dalam buku The 36 Strategies of the chinese (Adapting Ancient Chinese Wisdom to the Bisnis Wolrd), strategi ini berasal dari buku War Power karangan Yu Liao yang bercerita strategi perang seorang Jenderal bernama Zhang Xun.

Pada tahun 755 SM semasa Dinasti Tang, seorang Gubernur militer bernama An Lu Shan melakukan pemberontakan terhadap Kaisar. Di bawah komando An Lu Shan terdapat Jenderal Ling Hu Chao yang memimpin pasukan dan mengepung kota Yong Qiu.

Kota Yong Qiu hanya dijaga oleh sekelompok pasukan yang minim dan persenjataan terbatas yang dipimpin oleh Jenderal Zhang Xun. Namun Zhang Xun tidak kehabisan akal dan memerintahkan para prajuritnya membuat orang-orangan dari jerami setinggi manusia yang kemudian diberi pakaian hitam dan diikat dengan tali kemudian diturunkan di luar tembok-tembok kota pada malam hari.

Ketika pasukan Ling Hu Chao melihat orang-orangan jerami tersebut, mereka mengira musuh sedang menuruni tembok kota dan langsung menghujani dengan anak panah. Pada saat pasukan Ling Hu Chao menyadari bahwa itu hanya sebuah tipuan, mereka sudah menghabiskan jutaan anak panah.

Pada malam kedua, Jenderal Zhang Xun memerintahkan 500 prajuritnya untuk menuruni tembok kota pada malam hari. Pasukan Ling Hu Chao yang terkecoh di malam pertama, mengabaikan gerakan tersebut. Karena dia mengira bahwa Zhang Xun memainkan siasat lamanya.

Tak pelak, 500 “pasukan berani mati” Jendral Zhang Xun dengan mudah menyerbu kamp Ling dan membakar kemah-kemah mereka. Pasukan, Ling Hu Chao, tak menduga akan serangan tersebut dan akhirnya dikalahkan secara menyakitkan oleh Zhang Xun.

————————————-

Salah satu contoh penerapan yang paling menarik dalam konteks bisnis di Asia adalah dalam penawaran nomor-nomor populer atau favorit. Biasanya, orang sangat menyukai nomor-nomor keberuntungan baik untuk plat mobil, nomor telepon dan produk lainnya. Padahal, nomor tersebut bagaimanapun juga nantinya akan disalurkan.

Tapi, dengan memanfaatkan kepelikan budaya Asia, pihak berwewenang dan instansi-instansi terkait berhasil menciptakan imbalan yang besar dengan menggunakan strategi untuk menciptakan sesuatu yang berharga dari sesuatu yang tidak berarti.

Alkisah, pada 27 Juli 1994, seorang warga Hongkong menawarkan sebuah plat nomor mobil, HK 1997, seharga HK$ 5 juta. 10 tahun sebelumnya, pemilik yang sama membeli seharga HK$ 21.000. Kelihatan lucu bagi mereka yang bukan orang Cina, tapi bagi orang Cina Asia hal ini sangat bisa dipahami.

Pada tahun 1993 misalnya, sebuah plat nomor mobil “2” milik pejabat pemerintah Hongkong dijual kepada seorang pengusaha seharga HK$ 9,5 juta. Bagi seorang warga Hongkong yang sehari-hari menggunakan dialek Kanton, “2” adalah angka keberuntungan. Nomor tersebut bisa berarti “gampang” dan diyakini bisa mendatangkan keberuntungan dan rezeki.

Pada waktu bersamaan, bentuk “2” mirip dengan simbol ayam jago. Dalam astrologi Cina, ayam jago melambangkan kepastian, kewaspadaan dan kemampuan untuk mudah beradapatasi. Jadi, bagi masyarakat bisnis yang percaya tahyul, nomor ini bernilai tinggi.

Ternyata, HK$ 9,5 juta bukanlah harga yang paling tinggi untuk sebuah plat nomor. Pada 19 Maret 1994, plat nomor mobil “9” (yang lafalnya seperti “untuk selamanya” dalam dialek Mandarin atau “pasti” dalam dialek Kanton) telah dibeli pengusaha Hongkong bernama Albert Yeung Sau-ching seharga HK$ 13 juta.

Skema menciptakan sesuatu yang berharga dari sesuatu yang tidak berarti dasarnya adalah pengelabuhan. Walaupun pengelabuhan berhasil hanya dalam jangka pendek, hal itu masih tetap merupakan rencana yang baik apabila kita sudah kehabisan akal.

Artikel Menarik Lainnya

Rekaman CCTV Penampakan Kuntilanak di Toilet Neomisteri - Penampakan menyeramkan terekam kamera CCTV di sebuah diskotek di White Lion di Yateley, Hampshire. Sosok seperti kuntilanak (hantu wanita...
Menguak Fenomena Rep-repan Neomisteri – “Waduh, semalam gue kena rep-repan. Untung enggak lama, gue bisa langsung bangun,” ujar Arief kepada temannya, Agung. “Emang setau gue...
Benarkah Hewan Bisa Memprediksi Datangnya Gempa ? Neomisteri - Masyarakat sejak lama telah mempercayai bahwa binatang seperti anjing dan kucing bisa mendeteksi gempa yang akan terjadi. Belum ada yang ...
Kisah Pahit Pemenang Lotere Rp26 M yang Jatuh Misk... Neomisteri - Kisah pahit dialami pria paruh baya asal Inggris, Roger Griffiths. Kehidupan mantan manajer IT itu berantakan gara-gara memenangi lotere ...
Parade Peramal di Piala Dunia Neomisteri - Dunia ramal meramal selalu digemari sepanjang sejarah manusia. Sebab ramalan berupaya mengungkap sesuatu peristiwa yang belum terjadi. Ba...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *