Penampakan Sosok Berwajah Anjing di Jalan Trans Kalimantan

Neomisteri – Cerita ini asalnya dari kerabat saya yang dulu sering melakukan perjalanan antar kota di Kalimantan. Perjalanan rutin mereka. Ada dua cerita yang akan saya ceritakan sebab ada keterkaitan. Yang pertama dialami oleh suami dari tante saya. Jadi begini…

Beberapa tahun yang lalu, kira-kira awal 2000-an, jalan-jalan antar kota di Kalimantan belum sebagus dan semulus sekarang. Peristiwa ini terjadi di wilayah Kalimantan Tengah. Ketika itu, paman saya memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Palangkaraya ke Banjarmasin.

Entah kenapa beliau memutuskan untuk mulai berkendara motor sendirian di sore hari. Nah, bagi yang belum tau, berkendara dari Palangkaraya ke Banjarmasin itu kira-kira menghabiskan waktu 4 jam. Ya kira-kira 200-an Kilometer lebih. Pada mulanya sore di jalan sungguh menyenangkan, kata paman saya.

Tapi, makin sore suasananya semakin temaram karena matahari kadang-kadang terlindung oleh pucuk-pucuk pohon di sisi jalan raya. Semakin jauh dari kota, rumah-rumah atau warung-warung semakin jarang terlihat. Hanya ada satu dua kendaraan yang melaju di jalur berlawanan.

 

Dua jam berkendara, membuat paman saya merasa lelah. Apalagi petang makin remang dan berganti senja. Kata paman, cuaca cukup baik, cuma terasa sepi saja di jalan. Nah menjelang waktu senja atau magrib, paman saya justru menaikan kecepatan motornya.

Barangkali karena sepi dan sunyi, ditambah masih banyak pepohonan di tepi-tepi jalan, membuat beliau berinisiatif untuk melaju kencang. Tapi malah itu membuat dirinya menemukan sesuatu yang janggal dan mengagetkan. Apa itu..?

Sedang nyaman-nyamannya ngebut, mungkin tepat ketika mentari pudar di cakrawala, paman saya hampir menabrak sesuatu. Ya memang sangat membahayakan karena ujar beliau, itu kejadiannya tepat di sebuah tikungan yang di kanan kiri jalan ada area perkebunan dan ladang masyarakat.

Awalnya beliau mengira nyaris menabrak seorang lelaki dewasa. Dan hampir pula beliau terperosok di pinggir jalan. Pada saat itu sudah pasti emosi beliau langsung memuncak kan? Paman saya menghentikan kendaraan. Niatnya untuk memaki atau minimal memarahi orang itu.

Ya gimana, itu pasti membahayakan siapa pun. Lagi pula, kenapa tiba-tiba orang itu nyeberang jalan? Malah mau menabrakkan diri. Paman cerita kalau orang yang nyaris tertabrak itu tampak dari belakang memakai sejenis caping untuk berladang. Ketika paman saya bilang, “Hoy!”

Jarak antara paman dan orang itu kurang lebih 3 meter saja. Beberapa detik ada keheningan. Lantas lelaki itu mulai menoleh ke kiri saat diseru oleh paman saya. Kalian tahu apa yang dilihat paman saya? Wajah seekor anjing, persis, dengan moncong dan lidahnya yang menjulur.

Seketika paman langsung tancap gas. Transisi dari amarah ke ketakutan itu bikin paman saya kurang stabil mengendalikan motor. Untung saja bisa selamat sampai tujuan. Namun, dengan prinsip tidak mau lagi berkendara menjelang magrib ke luar kota di zaman itu.

Cerita kedua masih berkaitan. Namun, yang mengalami ini adalah teman dari paman saya yang lain. Beliau bersama beberapa rekan kerjanya sedang melakukan perjalanan malam dengan mobil dari Kalsel ke Kaltim di jalan Trans Kalimantan. Kejadiannya tengah malam.

Masih di sekitar awal tahun 2000-an, di mana jalan trans kalimantan belum sebaik sekarang. Bagi kalian yang belum tahu, jika jalan trans Kalteng itu dominan datar, di wilayah Kaltim jalannya lebih berliku dan bergelombang. Jadi mesti lebih hati-hati lagi.

Malam, hutan, dan sunyi perpaduan pas. Teman paman dan rekan kerjanya iseng membicarakan perihal perempuan. Ya kadang lelaki begitu. Singkat cerita, malam makin larut. Mereka masih di perjalanan. Dan obrolan jadi ke sana ke mari.

Ketika mereka tidak sadar, tiba-tiba ada sebuah taman kecil dengan tempat duduk agar di tepi jalan. Ya memang dari cahaya-cahaya yang tampak di kejauhan, kira-kira ada desa atau rumah-rumah penduduk tidak jauh dari situ. Salah seorang dari mereka melihat-lihat taman itu.

“Eh ada perempuan kayanya di sana,” ucap salah satu rekan kerja. Rekan-rekan yang lain jadi penasaran. Tapi mobil mereka sudah melewati taman. Karena penasaran, mereka memaksa supir untuk berhenti dan jalan mundur. Apalah daya seorang supir, mungkin dia lelah.

Roda mobil itu akhirnya berputar dan membawa mobil mundur perlahan. Tak lama, mobil tepat berada di dekat sosok perempuan yang duduk membelakangi mobil. Ya memang benar itu perempuan. Dan mereka mengira itu perempuan yang punya tujuan untuk di-pick up oleh siapa saja.

Kemudian salah satu di antara mereka memanggil si perempuan. Tidak sampai berkali-kali. Akhirnya perempuan itu menoleh ke kiri. Dan rambutnya yang panjang itu mulai tersibak. Kalian tahu apa yang mereka lihat? Sesosok wajah binatang entah apa, dengan taring panjang keluar.

Seluruh orang di dalam mobil syok melihat wajah aneh itu. Kata teman paman saya, si supir sempat bingung menjalankan mobil, dan malah menginjak rem kuat-kuat. Mereka juga bilang makhluk aneh yang duduk di kursi itu masih tempat diam menatap mereka.

Singkatnya mobil itu akhirnya bisa berjalan seperti biasa. Tentu saja dengan kecepatan tinggi. Sepanjang jalan mereka lebih banyak diam hingga sampai tujuan. Nah, apa yang bisa kita petik dari cerita ini?

Barangkali ada dua hal: kalau bisa hindari perjalanan jauh menjelang magrib, dan jangan membicarakan perempuan dengan hal-hal yg tidak patut ketika sedang berada di hutan. Demikian thread ini saya bikin. Terima kasih kepada kalian yg sudah membacanya. Salam horror!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *