Arwah Penasaran Para Narapidana

Walau merupakan salah satu bekas bangunan penjara terseram di Amerika Serikat, namun, belakangan, Eastern State Penitentiary menjadi objek wisata yang cukup diminati oleh para turis baik wisatawan lokal apalagi mancanegara …
oleh: Satrio Pinandhito

Neomisteri – Seperti biasa, kali ini, Yok mengirimkan naskah dari James (37 tahun) sahabatnya tentang keangkeran salah satu penjara yang tergolong terseram dan menakutkan di Amerika Serikat. Menurutnya, penjara yang satu ini, kebanyakan ditempati oleh para penjahat kelas kakap yang cukup terkenal di dunia.

Menurut catatan, bangunan yang tampak kokoh terletak di negara bagian timur Amerika Serikat, tepatnya di Philadelphia, berdiri pada retang 1829. Pada masanya, karena dihuni oleh para penjahat kelas kakap, sudah barang tentu, selain vonis yang diterima akibat perbuatannya — salain ada yang harus mendekam berkepanjangan, tak jarang ada pula yang harus menerima hukuman mati. Tak cukup sampai di situ, di dalam sana, hampir tiap saat, terjadi pertarungan di antara mereka untuk saling berebut pengaruh yang tak jarang juga berakhir dengan kematian yang mengenaskan.

Oleh karena itu, tak heran, di penjara negara bagian timur yang ditutup pada rentang 1971 dan dibuka kembali di 1994 sebagai salah satu objek wisata museum, pernah menjadi tempat mendekamnya penjahat kelas kakap seperti Al Capone, dan juga perampok bank “Slick Willie” yang demikian legendaris.

Di dalam tur yang dapat dilakukan tiap hari dalam seminggu, mulanya, James hanya merasakan bulu kuduknya meremang dan tengkuknya terasa berat. Perlahan namun pasti, matanya mulai menangkap pemandangan yang menyeramkan … walau sel-sel di penjara tersebut telah lama dibiarkan kosong, namun, James melihat penampakan di salah satu sel ada tubuh yang berdarah-darah dengan wajah menakutkan dan sorot mata yang memancarkan dendam.

Lewat telepati, James mendapatkan pengakuan bahwa sosok yang berdiri sambil memegangi jeruji di sel itu mengaku hampir tiap saat, selain dihajar oleh sesama tahanan karena selalu menolak keinginannya, ia juga acap menerima perlakukan kasar dari sipir penjara. Akibatnya, karena terus disakiti, ia pun menjadi nekat. Targetnya hanya satu, menghabisi Ronny, lelaki tinggi besar yang selalu menyiksanya.

Dendam yang demikian membara membuat tiap ada kesempatan, tangkai sikat giginya digosok ke lantai. Tak menunggu waktu lama, dalam tiga hari, tangkai sikat gigi itu pun menjadi runcing.

Pada saat yang tepat, di saat sedang makan siang, James melihat Ronny tengah menyantap makanannya dengan rakus di tengah-tengah para sahabatnya. Dengan langkah pasti, James mendekati Ronny dari belakang dan langsung menancapkan sikat giginya ke tengkuk Ronny. Lenguhan panjang pun sontak terdengar disertai dengan semburan darah segar. Sesaat suasana yang mulanya ingar menjadi hening. James tampak menyeringai puas atas apa yang baru saja dilakukan.

Begitu ia melangkahkan kaki menjauh, teriakan pun terdengar dan membuat para penjaga segera mengamankan James. Kali ini para penjaga tampak kerepotan, karena, seluruh teman-teman Ronny berusaha keras mendekati James untuk menghajarnya. Alhasil, tak sampai lima belas menit, tubuh James pun berlumuran darah dan ia pun mati dalam keadaan sakit yang teramat sangat akibat pukulan dan tendangan teman-temannya Ronny.

Kenyataan itu (sebelum mati) ia berjanji dalam hati akan selalu mencari mereka yang menghajarnya untuk membalas dendam. Itulah sebabnya, tak hanya hantu James, hantu-hantu penghuni sel lain juga acap menampakan diri dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang hanya sekadar ingin menunjukan eksistensinya, ada yang ingin menggoda atau berkenalan, namun, ada beberapa di antara mereka yang memang sengaja ingin membalas dendam. Salah satunya adalah James.

Leave a Reply