Arwah Sony Mendatangi Ustadz Faiz

Tiap sakaw, tanpa mengenal waktu, Sonny yang sudah berbilang tahun menjadi pecandu narkoba lebih memilih untuk bertahan dengan cara menceburkan diri ke bak mandi hingga meregang nyawa ….
oleh: Ronny A

 

Neomisteri – Peristiwa tragis dan mengenaskan ini terjadi sekitar 2010 yang lalu. Neomisteri sengaja menyamarkan nama dan tempat kejadian sebagaimana permintaan keluarga almarhum, seiring harapan agar kita tidak terjebak dalam pemakaian barang haram … dan segera kembali selagi ada kesempatan.

Ya … di perumahan itu, siapa yang tidak mengenal Sonny. Selain anak semata wayang, ia juga terlahir dari keluarga yang berkelimpahan harta. Itulah sebabnya, selain manja, ia juga keras kepala dan tidak mau mendengar kata atau nasihat orang tua, apalagi orang lain.

Baca juga: Siluman Patung Kera

Beruntung ia memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Oleh sebab itu ia merupakan sosok yang punya banyak teman, mulai dari berandal sampai dengan yang kutu buku.

Waktu terus berputar, hingga pada suatu hari, sang ayah meninggal dunia akibat serangan jantung. Sejak itu, pelbagai aset yang ditinggalkan sang ayah pun mulai susut bahkan nyaris bangkrut. Pasalnya, sudah jadi rahasia umum, Sonny mulai menjadi pecandu narkoba.

Berbagai upaya pun dilakukan, tapi hasilnya tetap saja sama. Nihil.

Sang ibu hanya bisa tenggelam dalam kesedihan yang mendalam, tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Agaknya, Sonny lebih memilih untuk mencari pelarian di luar rumah dan berkumpul dengan teman-temannya yang menganut kehidupan bebas dan hedonis. Belakangan, Sonny bahkan jarang pulang. Ia lebih senang kumpul dengan teman geng motor-nya. Mereka melakukan balapan liar di jalanan ibu kota untuk mendapatkan uang pembeli barang haram.

Dalam waktu singkat, geng motornya, “forget of the death” menjadi buah bibir karena kenekatannya dalam memacu motor di jalanan. Sebenarnya kenekatan mereka karena berada di bawah pengaruh NAPZA.

Hingga pada suatu malam, Sonny mengalami kecelakaan di bilangan jalur pantura. Entah berapa lama ia terbaring di pinggir jalan, ketika sadar, ia sudah berada di rumah yang sama sekali tidak dikenalnya. Ketika akan menggerakkan badannya, terdengar suara halus dalam dialek Sunda yang kental; “Jangan banyak bergerak dulu. Kalau ada perlu apa-apa, silakan bilang. Jangan malu atau sungkan”.

Sonny memberikan isyarat ingin minum. Dengan cepat lelaki muda di depannya menyiapkan air teh hangat agak manis dan menyuapi Sonny dengan telaten dan sabar. “Cukup tiga sendok dulu ya. Jangan terlalu banyak, nanti perutnya sakit”, kata lelaki muda itu.

Sonny mengangguk dan keduanya pun berkenalan.

Hampir sebulan, Sonny dirawat oleh lelaki muda yang akrab disapa dengan Faiz yang juga dikenal sebagai ustadz. Yang aneh, tiap Sonny mengalami sakau dan merintih kedinginan, Ustadz Faiz hanya memberikan segelas air yang sebelumnya telah diberi doa-doa. Setelah meminum air doa tersebut, tak lama kemudian Sonny langsung tenang.

Baca juga: Diganggu Hantu Menyeramkan di Basement

Karena sering sakau, akhirnya Sonny pun mengakui apa yang telah diperbuatnya selama ini. Ustadz Faiz pun hanya mendengarkan apa diceritakan oleh Sonny. Usai Sonny bercerita, dengan lemah lembut Ustadz Faiz memberikan penjelasan tentang tugas dan tanggung jawab manusia di dunia — mendengar itu, Sonny pun langsung menangis sejadi-jadinya. Ia benar-benar merasa terpukul dan berdosa kepada kedua orang tuanya. Terutama ayahnya yang sudah tiada. Ia bertekad ingin segera sembuh dan belajar agama kemudian bersujud di depan ibunya untuk meminta maaf.

Ustadz Faiz pun menengadahkan kedua tangannya dan mengajak Sonny untuk berdoa agar segala keinginannya dikabulkan oleh Allah.

Zikir Pelunas Utang

Sejak itu, jadilah Sonny sebagai salah satu murid sekaligus keluarga Ustadz Faiz. Tiap hari, lepas membantu Ustadz Faiz di ladang, ia langsung saja membuka buku-buku agama dan membacanya.

Baca juga: Hantu Rumah Mertua

Menginjak bulan ketiga, Sonny yang merasa sudah sehat minta diri untuk pulang. Ustadz Faiz pun mengizinkan dan mengingatkan agar ia tidak menoleh ke belakang. “Tutup masa lalu dan kubur. Sekarang, jadilah Sonny yang baru … dengan tidak mengulang, Insya Allah semua dosa masa lalu akan lebur dalam samudra ampunan-Nya”, demikian pesan Ustadz Faiz sambil berlinang air mata.

Keduanya pun saling berpekukan sambil menangis ….

Singkat kata, akhirnya, Sonny pun kembali ke rumahnya. Sang ibu menyambutnya dengan gembira dan penuh haru, begitu juga para tetangganya — ada yang gembira, namun, kebanyakan was-was karena takut anaknya terjerat dalam pergaulan bebas dan menggunakan narkoba.

Tapi, ketakutan itu berubah manakala mereka melihat Sonny berjalan menuju ke masjid yang ada di tengah-tengah perumahan tempatnya tinggal tiap adzan berkumandang. Jika tak ada kesibukan, ia lebih banyak terlihat bercakap-cakap santai dengan sang ibu, atau, membersihkan rumput di halaman rumahnya. Ya … Sonny benar-benar telah berubah. Ia bahkan berani dengan tegas menolak ajakan teman-temannya untuk kembali berkumpul sebagaimana dulu.

Menginjak minggu kedua, Sonny mulai tak nampak walau kumandang adzan terdengar. Tetangganya mulai bertanya-tanya. Sang ibu dengan wajah khawatir menjawab; “Sonny lagi berendam di kamar mandi. Dia lagi sakaw”.

Sang ibu yang tak sampai hati melihat keadaan sang buah hati menyarankan agar mau dibawa ke RSKO. Tapi Sonny menolak dengan keras dan berkata; “Ma … biar Sonny berusaha. Ini adalah penebusan atas kesalahan yang Sonny selama ini lakukan. Doakan Sonny kuat Ma”.

Hingga pada suatu hari, seiring dengan adzan Subuh berkumandang, sang ibu berjalan ke kamar Sonny untuk membangunkannya. Tapi apa yang terlihat … Sonny tertelungkup di atas sajadah sambil memegang tasbih di tangan kanannya.

Sonny telah meninggal dunia. Dari mulut dan hidungnya tampak darah yang mulai mengering.

Sang ibu pun berteriak histeris hingga membuat tetatangganya berdatangan. Dokter pun segera dipanggil. Jawaban yang diterima sungguh menggiriskan; “Sonny telah berpulang. Dia berusaha keras menahan keinginan tubuhnya untuk kembali memakai NAPZA. Ia berhasil walaupun harus mempertaruhkan nyawanya”.

Baca juga: Misteri Tol Jombang Lokasi Kecelakaan Maut Vanessa Angel

Tepat pukul 08.15 Ustadz Faiz pun datang. Sang ibu terkejut setelah lelaki muda itu memperkenalkan dirinya — ia amat berterima kasih karena Ustadz Faiz telah berhasil mengembalikan Sonny ke jalan yang benar.

Menurut Ustadz Faiz, sekitar pukul 03.00, antara sadar dan tidak ia melihat Sonny datang dan pamit untuk pergi jauh dan tidak akan kembali lagi. Itulah sebabnya kenapa ia datang untuk menyambangi. Tapi ternyata, kedatangannya adalah untuk bertakziah ….

“Allah ternyata begitu sayang pada Sonny. IA sengaja memanggil agar Sonny tidak lagi terjerumus ke jurang kenistaan. Selamat jalan Sonny, semoga Allah menerima taubatmu dan menempatkanmu di surga-Nya. Aamiin”, demikian kata Ustadz Faiz di pusara Sonny yang sudah dianggapnya sebagai adik, sahabat, sekaligus santrinya.

artikel terkait

Artikel Terbaru

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Rumah Dinas Bapak

Kamar mbak Lis itu berundak, ada levelnya pintu datar kemudin naik 30 cm terus datar lagi. Saat tidur di situ, aku pernah nangis karena...

Perjalanan Ghaib 4 Pasang Daisho

Hampir tiap malam, Muchtar, istri bahkan kuli yang pernah membangun rumahnya selalu mendapat mimpi yang sama; seorang lelaki paruh baya berbadan tegap datang sambil...

Legenda Si Pitung

Artikel Terpopuler