Home Blog

Menyambut Tahun Macan Air

Bagi masyarakat Tionghoa, pergantian tahun adalah merupakan perubahan dari siklus hidup dan kehidupannya, tak heran, fengshui yang tak pernah lekang dimakan zaman dijadikan sebagai acuan agar mereka lebih mawas diri dan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya ….
oleh: Priambudhi

 

Neomisteri – Imlek yang jatuh pada 1 Februari 2022 mendatang mengisyaratkan sebagai Tahun Macan Air, suatu keadaan yang melambangkan keberanian, kekuataan, kepekaan dan perlindungan. Walau ada yang tidak meyakini, namun, tak jarang ada pula yang memedomani sebagai acuan mereka dalam bertindak. Prinsipnya, tahun ini lebih baik lagi dari yang kemarin — serta menantikan sejumlah harapan yang selama ini dicita-citakan dari segala bidang kehidupan.

Baca: Sebab 6 Pemilik Zodiak ini Susah Kaya

Neomisteri menukil dari beberapa sumber terpilih, bahwa, Tahun Macan Ar 2022 yang terjadi 60 tahun sekali dalam Kalender Tionghoa termasuk dalam Macan Besar yang berarti Pohon — sementara Air Besar yang berarti laut atau sungai — sejatinya, perpaduan dari kedua unsur tersebut secara umum merupakan penggambaran bahwa tahun ini adalah merupakan tahun yang penuh harapan, sehingga semua diharapkan kuat, gigih dan berambisi untuk meraih pelbagai hal atau harapan yang lebih baik lagi.

Secara umum, belakangan, keadaan mulai membaik ketimbang sebelumnya. Hal ini tampak dengan jelas, perlahan namun pasti masyarakat mulai hidup normal di tengah-tengah gelombang pendemi dengan masuknya varian baru; omicron. Keadaan yang membuat sebagian besar orang menjadi harap-harap cemas untuk melakukan aktivitas di luar rumah, membuat mereka menjadi tertantang untuk menggali potensi yang ada dalam dirinya dengan lebih serius.

Bertalian dengan yang tersebut di atas, maka, tak heran jika HP yang semula hanya menunjukkan status sosial kini berubah fungsi dan lebih dikenal dengan sebutan triangulasi media yang semula hanya untuk berbicara, menulis dan saling berkirim kabar, serta mengetahui berita terbaru dari pelbagai belahan dunia — kini menjadi lebih luas lagi, selain untuk belajar, fungsi HP juga sudah merambah ke dunia pemasaran. Secara tegas dapat dikatakan, siapa pun yang mampu memanfaatkan teknologi, maka, ia tergolong sebagai orang yang berhasil di dalam mengarungi kehidupan tanpa harus bersibuk-sibuk keluar rumah.

Baca: Mayoritas Milyuner Kelas Dunia Merupakan Pemilik Zodiak Ini

Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, beberapa shio yang beruntung pada Tahun Macan Air adalah Shio Naga, Shio Kerbau, Shio Tikus, Shio Ayam, Shio Anjing, dan Shio Kambing. Maksudnya, keenam shio tersebut rezekinya lebih baik ketimbang shio-shio yang lainnya. Sudah barang tentu, terlepas dari naik atau turunnya rezeki yang bakal di dapat di Tahun Macan Air, namun, berbuat baik, berbagi pada yang kurang beruntung serta menjaga keseimbangan dalam menjalani hidup juga tak boleh surut barang sedikit pun.

Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakannya.

Kekeramatan Air Sumur Gumuling Sunan Bejagung

0

Untuk mengobati penyakit kulit santrinya yeng bekepanjangan, maka, Sunan Bejagung meminta salah seorang dari mereka untuk menggali tanah yang ketika ditancapkan tongkatnya mengeluarkan bunyi yang menggema ….
oleh: Bhre Kumara

 

Neomisteri – Tak ada yang bisa menepis, Tuban, adalah salah satu dari sekian banyak kota di Jawa Timur yang pantas menyandang gelar Kota Wali. Betapa tidak, di Tuban terdapat cukup banyak makam-makam Waliullah; di antaranya adalah Makam Sunan Bonang, Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmaraqandi, Makam Sunan Bejagung Lor, Makam Sunan Bejagung Kidul, Makam Syekh Achmad Cholil, Makam Sunan Geseng dan Makam Syekh Subakir.

Sekali ini, neomisteri sengaja melakukan ziarah ke Makam Sunan Bejagung Lor, ulama penyebar agama Islam yang berasal dari Arab dan memiliki nama Syekh Abdulloh Asy’ari yang oleh masyarakat setempat lebih dikenal dengan sebutan Mbah Mudin Asy’ari. Kekeramatan Sunan Bejagung membuat areal makamnya acap digunakan sebagai lokasi ritual Sumpah Pocong — untuk membuktikan kebenaran dari yang sedang bersengketa.

Baca: Bende Kyai Bicak

Menurut salah seorang yang ditemui neomisteri di sebuah warung, “Nama Desa Bejagung karena Mbah Sunan suka menanam jagung yang hasilnya dibagikan untuk masyarakat yang kurang beruntung di sekitar desa”.

“Kekeramatan Mbah Sunan, menurut para leluhur, pagi ditanam dan sore langsung panen. Itulah sebabnya, masyarakat Desa Bejagung praktis tidak pernah kekurangan pangan. Yang paling menarik adalah, mulanya, desa ini bernama Mojoagung. Namun karena mereka acap mendapatkan jagung dari Mbah Sunan, makanya, lama kelamaan nama desa pun berubah menjadi Bejagung”, imbuhnya dengan bersemangat.

Kekeramatan Air Sumur Gumuling Sunan Bejagung

Menurut Mas Tono (38 tahun) yang berasal dari Jember, boleh dikata, tiap malam Jumat Wage, ia selalu menyempatkan diri untuk ziarah ke Makam Sunan Bejagung. Ia merasa dengan memanjatkan doa di makam orang-orang terpilih, maka, keinginannya jadi lebih cepat terkabul. Pasalnya, ia berkeyakinan, makam-makam para Waliullah adalah tempat yang memang disucikan.

“Jadi, kita bukan meminta kepada Sunan Bejagung”, katanya mengingatkan, “kita harus tetap kepada Allah”, imbuhnya lagi.

Baca: Kekeramatan Makam Mbah Kuning

“Mulanya, kemenakan saya sakit berkepanjangan. Sudah hampir dua bulan, setiap lepas Asar badannya selalu panas tinggi. Saran beberapa tetangga agar malam Jumat Wage nanti berziarah dan meminta air dari Sumur Gumuling yang ada di areal makam keramat Syekh Bejagung … untuk diminum dan menyeka seluruh badannya. Setelah kami berdoa di makam, maka, saya pun mengantri untuk meminta air dari Sumur Gumuling”, paparnya.

“Semua berkat rida Allah”, ujarnya sambil menarik napas panjang, “setelah meminum dan badannya diseka daengan air dari Sumur Gumuling, kemenakan langsung berangsur sembuh. Lima hari kemudian, ia sudah benar-benar sehat”, tambhnya lagi.

“Jadi, itu yang membuat Mas Tono selalu ziarah setiap malam Jumat Wage?” Pancing neomisteri.

“Betul”, jawabnya, “sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus mencari berkah dari Mbah Sunan serta menambah persaudaraan di antara p;ara peziarah. Di sini, kita bisa saling sapa, saling kenal dan jika beruntung dapat menjalin kerjasama dalam banyak hal. Inilah salah satu bukti kekeramatan dari Mbah Sunan, walau beliau sudah lama tiada, namun, masih bisa mempersatukan umat”, pungkasnya.

Ya … itu adalah sikap dari para Walilullah yang layak untuk diteladani oleh kita semua. Semoga.

Resep Khusus Prostat

Tak dapat dipungkiri, masalah kelenjar prostat yang terjadi adalah disebabkan oleh beberapa hal di antaranya; infeksi, bakteri hingga pembesaran seiring dengan bertambahnya usia ….
oleh: Tri Sadewa

 

Neomisteri – Belakangan, penyakit yang banyak diidap oleh kaum Adam khususnya yang berusia di atas 45 (empat puluh lima) tahun adalah prostat. Ada sebagian yang beranggapan, penyembuhan penyakit yang satu ini adalah hanya dengan operasi.

Baca: Terungkap, 3 Buah Pembersih Alami Jantung

Namun, nenek moyang ternyata sempat meninggalkan beberapa resep yang diyakini mampu mengatasi pembengkakkan prostat, asalkan, dijalankan dengan teratur dan sesuai ukuran.

Berikut adalah nukilan resep khusus prostat yang diambil dari beberapa sumber terpilih dan Kitab Usada.

Berikut adalah ramuannya:

  1. Bahan: 10-15 gr sambiloto, 60 gr akar alang-alang, air bersih 600 cc.
    Cara pembuatan: Cuci semua bahan sampai bersih, kemudian rebus hingga air tersisa 300 cc. Saring dan minum dua kali sehari, masing-masing 150 cc.
  2. Bahan: 60 gr krokot segar, 30 gr pegagan, 15 gr daun dewa dan air bersih 800 cc.
    Cara pembuatan: Cuci bersih semua bahan kemudian rebus hingga air tersisa 400 cc. Saring kemudian minum dua kali sehari masing-masing 200 cc.
  3. Bahan: 15 gr benalu teh, 5 lembar daun sambung nyawa, 5 gr temulawak air bersih 2 gelas.
    Pemakaian: Cuci dan rebus semua bahan, kemudian rebus hingga air tersisa 1 gelas. Saring dan minum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

Lakukan dengan teratur dan jangan lupa alat untuk merebus gunakan panci enamel atau panci kaca.

Semoga kesembuhan kembali Anda dapatkan. Salam sehat dari kami ….

Pengalaman Tak Terlupakan Demi Lovato saat Berburu Hantu

0

Demi Lovato mengungkapkan, saat melakukan aksi berburu hantu, dia memiliki pengalaman unik. Di mana sang hantu itu tampak hanya ingin “berkomunikasi” jika para pemburu hantu laki-laki bagian dari tim Lovato sedang keluar ruangan.

 

Neomisteri Sosok bernama lengkap Demetria Devonne Lovato ini dikenal sebagai seorang penyanyi, penulis lagu dan aktris Amerika Serikat. Wanita kelahiran 20 Agustus 1992 tersebut berasal dari Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat.

Setelah tampil di serial teve anak-anak Barney & Friends ketika masih kecil, kariernya melejit saat berperan sebagai Mitchie Torres di film teve Disney Channel berjudul Camp Rock (2008) dan lanjutannya Camp Rock 2: The Final Jam (2010).

Baca: Menyeramkan, Cerita Megan Fox Diganggu Hantu di Hotel

Sejak dikontrak oleh Hollywood Records, Lovato telah merilis enam album studio, Don’t Forget (2008), Here We Go Again (2009), Unbroken (2011), Demi (2013), Confident (2015) dan Tell Me You Love Me (2017).

Masalah pribadinya terkait bipolar disorder, kecanduan, gangguan makan dan menyakiti diri-sendiri sempat mendapat perhatian media pada tahun 2010-an, sehingga dia merilis sebuah buku Staying Strong: 365 Days a Year (2013).

Di luar dari dunia hiburan, Lovato terlibat di beberapa kegiatan sosial sejak awal kariernya. Pada bulan Mei 2013, dia ditunjuk sebagai mentor untuk remaja dan orang muda dengan masalah mental di Hari Masalah Mental Anak Nasional di Washington, D.C.

Pengalaman Supranatural

Ilustrasi hantu

Demi Lovato sebelumnya diketahui kerap bercerita tentang pengalaman supranaturalnya. Alhasil tidak mengherankan saat dia bercerita merasakan kehadiran sosok makhluk astral kala berburu hantu. Hal itu dia ungkapkan di acara Peacock Show ‘Unidentified with Demi Lovato’.

Demi Lovato mengungkapkan, saat melakukan aksi berburu hantu, dia memiliki pengalaman unik. Di mana sang hantu itu tampak hanya ingin “berkomunikasi” jika para pemburu hantu laki-laki bagian dari tim Lovato sedang keluar ruangan.

Baca: Pengalaman Menyeramkan Masa Kecil Gigi Hadid

Demi Lovato pun mencari tau penyebabnya. “Dia (hantu tersebut) trauma. Makanya dia nggak suka laki-laki,” kata Lovato, seraya menambahkan bahwa mereka juga punya masa lalu yang traumatis.

Atas desakan timnya, Lovato menyanyikan “Skyscraper” yang ditujukan untuk hantu tersebut. Siapa nyana, lagunya itu mendapat sambutan dengan banyak suara yang terdeteksi dari detektor medan elektromagnetik (EMF), yang ditafsirkan sebagai “tepuk tangan meriah”.

Bunga Lo, Syarat Utama Menuju Tahta

0

Bunga Ficus Racemosa yang juga memiliki nama sinonim Ficus Glemerata Roxb, ternyata, sejak dahulu telah menjadi buruan orang-orang yang ingin menjadi pemimpin utama ….
oleh: Erlangga Kusumadewa

 

Neomisteri Bagi masyarakat kebanyakan, pohon yang satu ini lebih dikenal dengan julukan Pohon Tin Jawa. Betapa tidak, pohon yang banyak tumbuh di Nepal, Thailand, Malaysia dan Indonesia yang kebanyakan banyak ditemukan di Pulau Jawa, memiliki, tekstur yang sama dengan Pohon Tin.

Pohon yang memiliki beragam sebutan, di antaranya Pohon Lo atau Elo (Jawa), Ara (Indonesia), Arah (Madura) — pada zamannya, bagi masyarakat pesisir Madura, ranting Pohon Lo biasa diikatkan di bagian depan perahu (jungal-red) dengan tujuan agar tidak tersesat.

Baca: Berburu Mustika Bambu

Ternyata tak hanya itu, ada satu kisah yang menarik untuk disimak. Menurut tutur yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Sumenep, Pohon Lo yang bagi masyarakat Madura lebih dikenal dengan sebutan Pohon Arah ternyata memiliki kaitan begitu erat dengan seorang pangeran yang sangat ingin menjadi raja.

Pada suatu zaman, seusai tafakur, salah seorang pangeran yang begitu ingin menjadi raja bertemu dengan seorang ulama besar dari Gujarat. Seolah mampu menebak isi hati sang pangeran, ulama besar itu pun memberikan petunjuk; “Jika engkau ingin benar-benar menjadi pemimpin, maka, carilah kuntum Bunga Arah (Bunga Lo-red) yang sedang mekar”.

Setelah mengucapkan pesan tersebut, sang ulama pun kembali meneruskan perjalanannya untuk menyebarkan syiar Islam.

Ilustrasi Raja

Berbilang waktu sang pangeran terus berusaha mendapatkan Bunga Arah yang dimaksudkan oleh sang ulama besar itu, tapi apa daya, bunga tersebut tak jua diketemukannya. Hingga akhirnya, pada suatu malam, sang pangeran bermimpi jika bunga tersebut hanya mekar dalam semalam pada malam ke 27 Ramadhan. Bunga tersebut terdapat di Gunung Geger, Bangkalan. Suatu gunung yang sampai sekarang masih disungkupi oleh berjuta misteri yang belum terungkap.

Karena sang pangeran bermimpi pada hari ke 26 Ramadhan, maka, begitu tersadar, ia langsung saja berangkat ke Gunung Geger, Bangkalan.

Ia tiba di Gunung Geger menjelang tengah malam. Benar, di depannya, tampak sekuntum Bung Arah yang mekar di antara ribuan buah yang mengelilinginya. Ketika akan memetik bunganya, mendadak, di depannya berdiri sang ulama besar yang selama ini dicarinya. Sambil tersenyum dengan halus sang ulama pun berkata; “Anakku … engkau beruntung bisa mendapatkan Bunga Arah. Namun, selain harus memakan Bunga Arah itu sampai habis, kelak jika engkau memimpin, berlakulah adil, arif dan bijaksana terhadap seluruh rakyatmu. Tidak boleh ada pilih kasih. Ingat … hanya itu pesanku”.

Bersamaan dengan itu, sang ulama besar pun perlahan-lahan hilan dari pandangan mata dan raib bak ditelan bumi.

Sejenak sang pangeran termangu. Begitu tersadar, ia langsung melaksanakan apa yang dikatakan oleh sang ulama. Dan setelah itu, ia pun kembali pulang ….

Hari terus berganti, tak lama setelah itu, lewat perjuangan yang keras dan pengorbanan yang tidak sedikit, akhirnya, sang pangeran pun berhasil menjadi raja besar. Menurut tutur, sang pangeran tersebut tak lain adalah Ken Arok.

Agaknya, peristiwa tersebut sampai sekarang masih menjadi acuan oleh sebagian orang yang berniat menjadi pemimpin. Sebelum mendapatkan Bunga Wijayakusuma, maka, terlebih dahulu ia akan mencari Bunga Arah atau Bung Lo.

(dari berbagai sumber terpilih)

VIDEO: Ziarah ke Makam Sunan Kalijaga

0

Makam Sunan Kalijaga tidak pernah sepi dikunjungi peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan banyak pula kunjungan dari mancanegara, terutama Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

 

Neomisteri Sunan Kalijaga atau Raden Said salah satu dari kesembilan Wali yang sangat kharismatik dan berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, khususnya di Kerajaan Demak.

Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu. Kadilangu adalah wilayah yang dihadiahkan khususnya kepada Sunan Kalijaga oleh Raden Sultan Fattah selaku Sultan atau Raja dari Kerajaan Demak .

Kadilangu terletak sekitar 2 km dari pusat kota Demak / Masjid Agung Demak, makam Sunan Kalijaga tidak pernah sepi dikunjungi peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan banyak pula kunjungan dari mancanegara, terutama Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

VIDEO: Perjalanan Malam Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati

Yang dimakamkan di pemakaman Kadilangu ini juga keturuan dari Raden Fattah dan para sesepuh Kadilangu yang secara keturunan masih termasuk dalam keluarga Reden Fattah. Setiap malam Jumat Kliwon bisa dipastikan akan dipenuhi oleh peziarah, yang berdoa di Makam Sunan Kalijaga ini.

Dan dimakam ini pula setiap tahun digelar acara adat Kabupaten Demak yaitu penjamasan pusaka Sunan Kalijaga, yang lebih dikenal dengan Grebeg Besar.

Toko Merah

Sesuai dengan warnanya, bangunan yang berada di Kawasan Kota Tua Batavia, selain kepemilikannya beberapa kali berpindah tangan, keangkeran dan nuansa mistiknya juga terasa demikian kental ….
oleh: Anand Merva Utama

 

 

Neomisteri – Menurut catatan, di rentang 1813-1851, kepemilikan bangunan tua tersebut jatuh ke tangan Oey Liauw Kong dan dijadikan sebagai sebuah toko sehingga bangunan tersebut bahkan sampai sekarang menjadi terkenal dengan sebutan Toko Merah.

Selanjutnya, pada 1993, Pemprov DKI Jakarta menjadikannya sebagai salah satu bangunan cagar budaya — kemudian, pada rentang 2012 dijadikan sebagai tempat untuk konferensi atau pameran.

Baca: Furnitur Berdarah

Perjalanan panjang suatu bangunan, sudah barang tentu menyimpan cerita yang sangat menarik untuk dikulik. Untuk itu, sekali ini, neomisteri sengaja mengajak Mas Bowo (48- tahun) salah seorang praktisi paranormal yang hanya bersedia menolong orang-orang yang dekat atau dikenalnya dengan baik. Menurutnya, selain masih bekerja di salah satu perusahaan multinasional, ia dan istrinya yang juga bekerja sebagai desain grafis di salah satu perusahaan periklanan telah sepakat untuk menghabiskan waktu istirahat hanya bersama keluarga kecilnya.

Kala itu malam Jum’at, neomisteri dan Mas Bowo sengaja memilih untuk mencari tempat yang nyaman untuk duduk dan dapat melihat Toko Merah lebih dekat. Berbeda dengan yang lain, cukup hanya mengoleskan minyak khusus pada alis dan bibir, maka, Mas Bowo sudah bisa melihat dan berdialog dengan para makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya.

Baca: Misteri Tol Jombang Lokasi Kecelakaan Maut Vanessa Angel

Tak berapa lama kemudian, tampaknya, Mas Bowo sudah berhasil berdialog dengan salah satu penunggu gaib Toko Merah. Sayang, karena etika spiritual, ia enggan menyebutkan nama tokoh tersebut. Menurutnya, kasihan keluarganya yang sampai sekarang masih tinggal di sini bahkan telah menjadi Warga Negara Indonesia. Hanya saja, Mas Bowo berkata; “Beliau adalah salah satu dari sekian jawara tangguh dari masyarakat Tionghoa yang dihabisi oleh prajurit VOC atas perintah Gubernur Jendral Adrian Valckenier”.

“Ohh..”, kata neomisteri.

“Ya … 9 Oktober 1740”, demikian kata Mas Bowo, “terjadi peristiwa mengerikan yang dikenal sebagai Tragedi Angke atau Geger Pecinan”, lanjutnya lagi sambil memberikan isyarat agar neomisteri tenang dan tidak mengganggunya sambil mengeluarkan sebuah buku notes dan bolpoin.

Neomisteri pun mengangguk tanda mengerti.

Toko Merah

Sesaat wajah Mas Bowo sempat menegang dan tak lama setelah itu ia tampak sedih dan menghapus air mata yang jatuh ke pipinya. Sementara neomisteri sempat membaca tulisan yang ada di buku notes; kala itu, pihak VOC seolah benar-benar ingin menghabisi masyarakat Tionghoa yang ada di Batavia bahkan Pulau Jawa. Buktinya, dalam waktu teramat singkat, tiga belas hari, sekitar dua puluh empat ribu orang Tionghoa berhasil mereka bantai. Mayat mereka dibiarkan berserak di seputaran Kali Besar. Akibat begitu banyak darah yang mengalir ke sungai, maka, permukaan aliran sungai pun berubah menjadi merah darah.

Sambil menggeleng-gelangkan kepalanya dan menghela napas panjang beberapa kali, Mas Bowo pun kembali menulis; Toko Merah, adalah salah satu tempat bagi para prajurit VOC melakukan penyiksaan di luar batas perikemanusiaan bahkan memperkosa para wanita Tionghoa hingga mereka menemukan ajalnya dengan cara yang teramat mengenaskan.

Baca: Hantu Rumah Mertua

Tak lama kemudian, Mas Bowo tampak membungkukkan badannya. Ia seolah sedang memberikan penghormatan kepada sang jawara yang telah berkenan berbagi cerita duka kepada neomisteri ….

“Baik … kami akan menuliskan sesuai dengan yang tadi diceritakan”, bisik Mas Bowo lirih.

Menurut neomisteri apa yang sering terjadi di Toko Merah adalah merupakan hal yang teramat wajar. Betapa tidak, sungguh tak terbayangkan, berapa ratus bahkan ribu orang meregang nyawa dengan cara yang tidak terhormat bahkan mengenaskan. Wajar, jika sampai sekarang mereka kadang suka usil.

Menurut Mas Bowo, “Keusilan mereka sebenarnya bukan untuk mengganggu atau menakut-nakuti, namun, untuk mengingatkan agar kita tidak melupakan mereka yang tewas dengan cara keji dan berharap agar peristiwa seperti itu tidak pernah lagi terjadi.

Ketika dirasa cukup, baru kami sadar, ternyata, keindahan dan kenyamanan Kali Besar tak kalah dengan sungai-sungai yang merupakan destinasi wisata di Eropa.

Mengintip Zat Pengendali Kanker Pada Cabai

Cabai merah besar merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas.

 

Neomisteri – Cabai atau cabai merah atau lombok adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana pemanfaatannya. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan.

Baca: Sarapan Sederhana yang Bisa Bikin Kenyang Sampai Petang

Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di pada dataran rendah ataupun dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk bumbu dapur.

Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai “bahan makanan pokok” kesepuluh (alih-alih kesembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.

Baca: Penyembuh Segala Penyakit, Kecuali Kematian

Cabai merah besar merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas.

Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker.

Baca: Ramuan Peningkat Kejantanan

Cabai merah besar merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker.

Selain itu, terdapat kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, tetapi harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung. (sumber: wikipedia)

 

Maling Nekat Lompat dari Lantai 2 Kosan, Begini Akibatnya

0

Suara keras jatuhnya terduga maling itu pun terdengar sambil diiringi teriakan ‘mamp*s luh’ oleh seseorang dari dalam bangunan. Usai terjatuh, pria tersebut tampak kesakitan dan kesulitan untuk bangkit.

 

Neomisteri – Sebuah video viral di media sosial. Di mana seorang yang diduga maling, dikabarkan nekat melompat dari lantai dua sebuah kos-kosan. Insiden ini terungkap berkat CCTV yang merekam detik-detik terjatuhnya seseorang diduga maling.

Dalam video berdurasi 60 detik tersebut, tampak suasana sebuah pemukiman padat dengan beberapa motor terparkir di depannya. Tak lama kemudian, terdengar teriakan dari dalam rumah dan seorang pria tampak terjatuh dari atas dengan posisi terlentang.

Suara keras jatuhnya terduga maling itu pun terdengar sambil diiringi teriakan ‘mamp*s luh’ oleh seseorang dari dalam bangunan. Usai terjatuh, pria tersebut tampak kesakitan dan kesulitan untuk bangkit.

“Ketahuan nyolong diKos Kosan’ maling nekat terjun bebas dari lantai 2… 🥴,” isi tulisan captions dalam akun kamerapengawas.id yang turut mengunggah video ini. Video ini sendiri mendapat 514 like an 92 komentar.

Lihat videonya di bawah ini:

Bende Kyai Bicak

0

Sabda Sang Wali Allah, Sunan Bonang, langsung maujud … sang utusan yang mulanya menunggu sambil menyenandungkan tembang yang lamat-lamat terdengar sampai ke dalam masjid terasa sangat mengganggu ….
oleh: Putradewa

 

Neomisteri Warta berkisah, pada suatu masa, ketika Sunan Bonang sedang mengajar para santrinya di dalam masjid, datang utusan dari Kerajaan Majapahit. Menurut tutur yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, utusan tersebut bernama Kyai Becak (Bicak) yang membawa pesan dari Prabu Brawijaya, bahwa dirinya belum mengiyakan ajakan sang Sunan untuk memeluk agama Islam.

Baca Juga: Kutukan Kastil Matsumoto

Karena masih mengajar, maka, Sunan Bonang meminta Kyai Becak (Bicak) untuk sejenak menunggu di halaman masjid. Untuk menghilangkan rasa jenuh karena menunggu, seperti kebiasaannya, Kyai Becak (Bicak) pun menyenandungkan tembang yang suaranya lamat-lamat sampai ke dalam masjid.

Sudah barang tentu, suara tersebut, terasa sangat mengganggu.

Karena merasa risih, maka, Sunan Bonang pun bertanya kepada para santrinya; “Siapa yang menyenandungkan tembang?”

“Kyai Becak (Bicak) Kanjeng Sunan”, jawab para santrinya hampir bersamaan.

“Kyai Becak (Bicak)? Kok suaranya seperti bende”, kata Sunan Bonang lagi.

Begitu usai, beberapa santri meminta izin kepada Sunan Bonang untuk memberitahu Kyai Becak (Bicak) bahwa ia sudah bisa menghadap. Kegemparan pun sontak terjadi. Betapa tidak, Kyai Becak (Bicak) tidak ada di tempatnya semula. Walau telah dicari kemana-mana, namun, Kyai Becak (Bicak) tetap tidak bisa diketemukan … kecuali sebuah bende (gong kecil-red) yang tergeletak di tempat sang utusan Kerajaan Majapahit tadi menunggu.

Bende Kyai Bicak

Salah seorang santri langsung menghadap Sunan Bonang dan menceritakan apa yang dilihatnya. Sunan Bonang pun terkejut sekaligus kecewa. Ia tak pernah menyangka bahwa ucapannya menjadi kenyataan — saat itu juga, bende tersebut diambil dan diberi nama Kyai Becak (Bicak).

Bende Kyai Becak (Bicak) akhirnya dirawat oleh Sunan Bonang sampai akhir hayatnya, bahkan, sang Sunan berwasiat kepada para santrinya untuk terus merawat bende tersebut. Pesan tersebut sampai sekarang masih dijalankan, kenyataan tersebut tampak dengan jelas tiap 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, masyarakat Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, selalu menggelar tradisi turun temurun yang dikenal dengan sebutan “Penjamasan Bende Becak (Bicak)” yakni; ritual; pencucian sekaligus pengganti kain penutup bende yang merupakan peninggalan Sunan Bonang.

Ubo rampe yang disiapkan dalam upacara tersebut antara lain air bunga jamasan di lima tempat, ketan kuning dengan parutan kelapa bercampur gua jawa yang diletakan di atas potongan bambu yang dibentuk sedemikian rupa. Setelah berdoa, maka, beberapa tokoh agama dan masyarakat yang ditunjuk menjamas Bende Becak (Bicak) serta batu penabuhnya, selanjutnya, wadah ketan kuning beserta dengan air bekas penjamasan dibagikan kepada masyarakat yang banyak berdatangan dari mana-mana.

Baca Juga: Kerajaan Gaib Klampis Ireng

Menurut Tono (33 tahun) lelaki asal Lasem, Rembang, sahabat neomisteri, air bekas penjamasan, ketan kuning bahkan wadahnya adalah merupakan berkah dari Sunan Bonang yang dapat digunakan untuk pelbagai maksud yang baik-baik saja. Misalnya, air penjamasan untuk penyembuh sakit, peluntur sial, bahkan ada juga yang menggunakan untuk menjaga sawahnya daru serangan hama.

Hikmah dari penjamasan Bende Kyai Becak (Bicak) adalah untuk mengingatkan agar umat Islam untuk selalu bersatu, saling mengingatkan dan juga saling memperhatikan antara satu dengan lainnya.