Esmu Mandi Para Raja

Tidak ada yang dapat memungkiri, sejak masuk, Toto demikian panggilan akrab dari Prasetyo Utomo hadir sebagai sosok yang disegani oleh semua orang termasuk para senior bahkan beberapa orang yang tergolong jagoan ….
oleh: Bambang Iswantoro

 

Neomisteri – Lelaki kharismatik itu belum ada sebulan bergabung di kantor kami yang bergerak dalam bidang pengantaran dokumen dan surat-surat penting lainnya. Tidak bisa dipungkiri, pengetahuannya tentang IT membuat beberapa pekerjaan yang semula terpisah kini bisa terintegrasi dalam satu ruangan saja.

Sudah barang tentu, ide segarnya membuat banyak orang termasuk owner merasa senang dan beruntung dapat mengajak Toto bergabung.

Baca: Teluh Air Mandi Jenazah

Seperti hari itu, beberapa orang yang tergabung dalam tim ekspedisi berceloteh tentang kepiawaian Toto dalam mengatur route – sehingga, mulai dari mengantarkan surat atau dokumen sampai kembali lagi ke kantor, berlangsung seolah lingkaran. Menurutnya, pada suatu kesempatan; “Sebagai tim ekspedisi yang selalu ada di lapangan, sebelum berangkat tolong selalu perhatikan peta dengan teliti.”

“Jika ada hambatan karena jalan macet atau tawuran pelajar, segera cari jalan tikus yang aman dan tugas kalian tetap berjalan sesuai dengan waktunya,” tambahnya lagi.

Mulanya, penjelasan yang disampaikan menimbulkan perdebatan. Kami semua saling bersikukuh dengan pendapat masing-masing. Maklum, selama ini kita semua lebih senang mencari jalan menurut kata hati. Tak sekali pun mau berpikir efektif dan efesien sebagaimana yang dituntut oleh perusahaan.

Namun entah kenapa, Ari dan Dedi yang selama ini dikenal sebagai jago debat seolah tak berdaya jika berhadapan dengan Toto. Tak ada argumen yang terlontar dari mulut keduanya kecuali hanya mengangguk dan beberapa kali menarik napas panjang seolah hendak mengeluarkan beban berat yang menghimpit dadanya.

Ya … Semua mengakui baik langsung maupun dalam hati, Toto memang sosok yang kharismatik ….

Walau begitu, Toto tetap saja tidak berubah. Bahkan, ia terkesan lebih menghormati teman-temannya ketimbang waktu pertama ia bergabung di perusahaan itu. Oleh sebab itu, di mana ia duduk ketika istirahat, pasti banyak orang yang mengerumuninya. Ada yang bertanya tentang pekerjaan, namun tak jarang, ada pula yang bertanya tentang hal-hal yang bersifat pribadi.

Oleh sebab itu, hampir seluruh karyawan berkeyakinan, Toto adalah salah satu calon yang bakal memimpin perusahaan itu jika Pak Andri pensiun kelak. Betapa tidak, selain visoner, Toto juga dikenal dekat dengan seluruh karyawan. Ia tak pernah membedakan jabatan, usia ataupun jabatan, tiap bertemu, semuanya pasti disapa dengan hangat.

Iwan, salah seorang sahabatnya mencoba menelisik apa yang menjadi kelebihan Toto. Ketika hal itu ditanyakan, beberapa kali ia mengelak dengan satu kata; “Itu semua aku dapatkan waktu duduk di bangku kuliah.”

“Rasanya ada yang tersembunyi di balik itu,” kata Iwan sambil tersenyum penuh arti.

Karena didesak terus menerus, akhirnya, Toto pun menjawab; “Benar, kebetulan, tiap malam hari kelahiran, Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon kami sekeluarga selalu mandi dengan air bunga tepat pukul 00.00.”

“Tujuannya?” Potong Iwan cepat.

“Mengeluarkan aura tubuh. Karena “esmu” ini merupakan warisan dari Kanjeng Sunan Kalijaga yang diamalkan oleh para raja-raja di Tanah Jawa,” papar Toto.

“Sebelum menjalani, kita harus melakukan puasa mutih (hanya makan nasi putih dan minum air putih) selama tujuh belas hari tujuh belas malam dan dilanjutkan dengan puasa nglowong (tidak makan, minum dan tidur hanya sesaat, begitu terjaga, tidak boleh tidur lagi. Nglowong dilakukan selama tiga hari tiga malam,” lanjutnya.

“Lalu, apa yang harus dibaca,” desak Iwan penasaran.

Toto pun berkata: “Saya akan menuliskan sebagaimana yang diwariskan oleh leluhur. Saya tak berani merubahnya sama sekali, walau hanya sedikit:”

Bismillahhirrahmanirrakim.
Ingsun niyat adus banyu pancuran talaga manik,
Adusku mani wisésa,
Linenganan binorèhan,
Iya ingsun anaké pandhita sekti,
Alanang sejati Kelana Jayapurusa,
Iya ingsun manungsa kang kinéringan,
Katresnan ing wong saumatira Allah kabèh,
Lailahailellah

Iwan mencatat dengan cermat dan meminta Toto untuk menelitinya. Toto membaca dan mengangguk sambil tersenyum.

Sebelum pergi meninggalkan Iwan, Toto sempat berpesan; “Silakan bagi yang bersedia mengamalkan. Semoga bermanfaat. Tapi ingat, jangan sekali-kali digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Karena, si pengamal bisa terkena tulah.”

Iwan mengangguk tanda mengerti dan berjanji dalam hati untuk menuliskannya hanya untuk neomisteri.

Demikian tulisan tentang “esmu” yang banyak diwariskan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua tentang ilmu-ilmu kuno warisan para nenek moyang.

Baca Juga:

Manfaat Amalan Laqod Jaakum untuk Kebal dari Serangan Musuh

Teman Tak Kasat Mata Simbah

Keangkeran Ilmu Batara Karang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *