Keangkeran Pulau Boneka

Sampai kini, taman terapung yang mulanya milik Julian Santana serta dipenuhi dengan gantungan boneka-boneka menyeramkan itu, dianggap sebagai salah satu kawasan yang masih menyimpan misteri ….
o
leh: Satrio Pinandhito

Neomisteri – Malam itu, aku kembali disibukkan membalas chat dari Jovana yang akrab disapa dengan Anna dan mukim di Hermosillo, Meksiko. Setelah sejenak berbasa-basi, Anna menceritakan bahwa di negaranya juga terdapat suatu tempat yang dianggap angker. Bahkan, kecuali mereka yang punya kemampuan khusus, tak ada seorang pun ada yang berani mendatanginya.

Aku hanya mengingatkan agar Anna bersedia menuliskan, serta segera mengirimkannya kepadaku. Anna pun berjanji akan mengirimkan ceritanya secepat mungkin.

Baca: Dikuntit Banaspati

Dahulu, pada rentang 1950-an, Julian memutuskan untuk meninggalkan istri dan keluarganya untuk hidup menyendiri di salah satu pulau yang ada di Meksiko. Singkat kata, setibanya di pulau itu, berdasarkan suara-suara yang masuk ke telinganya, ia meyakini bahwa pulau tersebut merupakan hunian dari hantu gadis cilik yang tenggelam di danau yang ada di sana.

Kepada Anna, Julian mengaku; “Banyak yang beranggapan aku adalah orang gila. Tidak waras. Tetapi, aku yang menemukan jasad gadis cililk yang tenggelam di danau itu dengan boneka yang mulai rusak di dekatnya”.

Kepadaku, si gadis berpesan agar merawat dan memenuhi pulau ini dengan boneka yang digantungkan di pepohonan”, imbuhnya lagi.

Baca: Arwah Penasaran Para Narapidana

Ketika Anna menanyakan tujuan dari si gadis cilik menggantungkan berbagai jenis di pepohonan yang ada di pulau itu, Julian dengan cepat menjawab; “Agar hantu si gadis kecil itu betah dan selalu dapat bermain-main dengan boneka, serta tak mengganggu dirinya dengan rengekan”.

Jika Anda bersedia, silakan buang boneka-boneka itu. Maka, si gadis kecil itu pasti akan terus merengek dan mengejar-ngejar sampai Anda menuruti kemauannya”, Tandas Julian ketus karena ia merasa terganggu dengan pertanyaan yang diajukan oleh Anna.

Agaknya, keyakinan yang demikian kuat, membuat Julian berusaha untuk menenangkan hantu si gadis cilik dengan mengumpulkan berbagai boneka yang mengapung di danau itu, perlahan namun pasti, selain mengumpulkan boneka-boneka yang mengapung di danau ia bahkan rela menukarkan hasil panennya dengan boneka milik penduduk untuk digantungkan di pepohonan yang tumbuh subur di seantero pulau tersebut.

Sampai sekarang, walau sebagian besar rusak, namun, boneka-boneka itu masih tergantung di sana. Itulah sebabnya, selain gantungan pelbagai jenis boneka yang usang bahkan lebih banyak yang rusak, membuat pulau yang satu ini menguarkan hawa mistik yang demikian kuat.

Kolom Komentar...