Kekeramatan Musala Kiai Damar

Makam Kyai Damar yang hidup di zaman Wali Songo dan terletak di belakang Musala, ternyata, mampu menahan amukan si jago merah yang menjelang malam itu meluluhlantakkan Pasar Johar dan Yaik ….
oleh: Marva Fatmawati

 

Neomisteri – Malam itu, Marno (41 tahun) salah seorang tetangga sekaligus sahabat neomisteri menceritakan pengalamannya menyaksikan keganjilan yang terjadi ketika Pasar Johar dan Pasar Yaik, Semarang, terbakar pada rentang Mei 2015.

Sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, ia mengatakan; “Tidak ada yang menyangka, walau sudah dikepung api yang demikian besar, namun, Musala Kyai Damar tidak ikut terbakar sama sekali. Bahkan, dipakai oleh sebagian para pedagang untuk menyelamatkan barang dagangannya”.

“Luar biasa”, desis neomisteri, “Beliau itu siapa?”

Marno agak terkesiap. Akhirnya dengan terbata-bata ia pun berkata; “Saya tidak tahu tepat. Tapi, menurut cerita turun temurun yang berkembang di Kampung Damaran atau sekitar Pasar Johar dan Yaik, beliau masih kerabat dengan Sultan Demak yang berkuasa pada waktu Wali Sanga melakukan syiar Islam di Tanah Jawa”.

Baca: Belut Putih Penjaga Ghaib Waduk Darma

Zaman terus berganti, seiring dengan bergantinya kepemimpinan Wali Sanga, pada suatu hari Kiai Damar yang menyandang nama asli Raden Dipo Pamulyo dan merupakan salah satu santri mendapatkan perintah untuk menghidupkan “sentir” atau “damar” (lampu-Bhs Indonesia) sebagai penerang masjid, musala dan surau.

Tidak tanggung-tanggung yang harus dinyalakan tidak hanya satu tempat saja. Namun, masjid, musala atau surau sepanjang Demak sampai dengan Ungaran.

“Waduh, berarti berapa hari beliau melakukannya?” Potong Misteri cepat.

“Nah ini yang menarik dan bahkan dianggap muskil”, jawab Marno cepat.

Kekeramatan Musala Kiai Damar

Menurut tutur yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, berkat kekeramatannya, hanya dengan menghidupkan satu sentir, semua sentir yang ada di masjid, musala dan surau sepanjang Demak sampai dengan Ungaran menyala secara bersamaan — untuk mengabadikannya, maka, pada masa akhir penjajahan Belanda digantikan oleh Jepang perangkat desa setempat memakamkan Beliau, istri dan kemenakannya di tempat itu tepatnya di dekat musala yang akhirnya mendapatkan sebutan Musala Kiai Damar — bahkan tempat itu juga dikenal dengan sebutan Kampung Damaran dan berada di kawasan Pasar Johar dan Yaik, Semarang.

“Apakah sampai sekarang masih banyak yang menziarahi makam beliau?” Tanya neomisteri penasaran.

“Masih, dan untuk membedakan antara makam beliau dengan istri dan kemenakannya terlihat dari batu nisannya. Yang berbentuk lancip adalah makam beliau, sedang dua lainnya yang tumpul adalah makam istri dan kemenakannya”, jawab Marno.

Baca: Kyai yang Tidak Pernah Kehabisan Uang

Menurut marbot Musala Kiai Damar, mulanya ada juga makam warga yang lain. Pada masa penjajahan, jika ada masyarakat Semarang yang meninggal dan hendak dimakamkan di Bergota, biasanya, Jalan Kiai Saleh selalu dihadang oleh para serdadu karena mereka takut jangan-jangan keranda bukan berisi jenazah, melainkan senjata.

Akibatnya, karena rasa kemanusiaan, jenazah dimakamkan di tempat itu. Namun, seiring dengan perjalanan sang waktu serta kesepakatan dan izin ahli waris, makam warga yang ada di tempat itu ditutup lantai dan tanpa nisan. Tujuannya tak lain, sebagai penghormatan terhadap Kiai Damar, istri dan kemenakannya.

Yang pasti, sampai sekarang, pada malam dan bulan tertentu, banyak masyarakat berziarah ke makam Kiai Damar dengan satu tujuan, mengenang jasa-jasanya serta berdoa bersama agar beliau mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

artikel terkait

Artikel Terbaru

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Masjid Ini Terbuat dari Putih Telur

Kisah ini berawal dari rencana Raja Abdurrahman yang ingin melakukan perluasan terhadap masjid ini.   Neomisteri - Masjid yang terletak di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang Barat...

Tuah Batu Kecubung

Batu Kecubung juga diyakini memiliki khasiat asihan yang bisa membantu pemiliknya dalam urusan percintaan dan hubungan masyarakat.   Neomisteri - Batu jenis ini menjadi salah satu...

Artikel Terpopuler