Matahari Terbenam, Nuansa Mistis Pun Menyelimuti Benteng Ini

Diam-diam, sang penyihir ternyata jatuh hati pada wanita yang biasa memesan wewangian untuk dirinya. Ia tak lain adalah putri Raja Bhangarh yang bernama Ratnavati ….
oleh: Satrio Pinandhito

Neomisteri – Benteng yang dibangun pada abad 17 di negara bagian Rajashtan, India, tepatnya di antara Kota Jaipur dan Alwar, memang sudah sangat terkenal. Menurut catatan, benteng ini dibangun oleh Raja Sawai Madho Singh pada 1613 — konon, di tempat ini pula, bangsa Mughal yang pernah mukim di dalamnya terbunuh secara misterius.

Kali ini, Yok terpaksa melakukan tulis ulang atas naskah yang dikirim oleh sahabatnya, Zaabit (32 tahun), tentang sisi mistik dari Bhanghar Fort — khususnya gerbang utama dari benteng yang oleh masyarakat setempat lebih dikenal dengan sebutan Bhoot Bangla; artinya Rumah Para Hantu.

Baca: The Flying Dutchman, Kapal Hantu Yang Meneror Tujuh Samudra

Betapa tidak, siapa pun yang datang setelah matahari terbenam, maka, mereka dipastikan tak akan pernah kembali lagi ke dunia ramai. Oleh sebab itu, para wisatawan hanya dapat mendatangi tempat yang satu ini di siang hari saja. Maklum, Bhangarh Fort merupakan tampat yang dikutuk oleh seorang pertapa sakti yang cintanya ditolak mentah-mentah oleh sang putri.

Hatta, pada suatu zaman, di benteng ini pernah tinggal seorang pertapa sakti bernama Singhiya yang memiliki keahlian dalam membuat wewangian yang dalam bahasa setempat disebut dengan ittar. Sehingga tak heran, salah satu dari sekian banyak pelanggannya adalah gadis cantik bernama Ratnavati yang merupakan putri kesayangan dari Raja Bhangarh.

Kecantikan wajah serta kesintalan tubuh sang putri, ternyata mampu menggoyahkan iman sang pertapa. Diam-diam, ia jatuh cinta tapi takut untuk mengutarakannya. Karena keinginan untuk menguasai sang putri yang jelita itu kian tak dapat ditahan, akhirnya, Singhiya memutuskan untuk mengganti ittar yang biasa dibeli dengan ramuan ilmu pelet yang teramat dahsyat.

Rencana pun diatur. Singhiya sangat yakin, siapa pun yang terkena ilmu pelet yang satu ini bakal lupa diri dan hanya mengingat wajah serta berkeinginan untuk selalu berada di pelukannya.

Hingga pada suatu hari, Putri Ratnavati sengaja mendatangi Singhiya untuk membeli ittar atau pewangi yang biasa digunakannya. Sudah barang tentu, Singhiya pun merasa senang. Ia yakin, dalam waktu tak lama lagi, Ratnavati pasti akan jatuh ke dalam pelukannya. Angannya pun mengawang dan membayangkan kenikmatan dan kehangatan tubuh yang bakal didapat dari wanita yang kini berdiri di depannya.

Singkat kata, Singhiya pun memberikan ittar yang sudah diganti dengan ramuan ilmu peket kepada Ratnavati.

Baca: Keangkeran Patung dari Sisa Bagian Tubuh Manusia

Tapi apa daya, Ratnavati ternyata tahu rencana busuk Singhiya. Dengan tanpa diduga, Ratnavati melemparkan ittar yang ada di tangannya ke tubuh lelaki yang ada di depannya … seketika, tubuh Singhiya pun hancur dan perlahan-lahan hilang ditelan bumi. Di tengah-tengah kehancuran tubuhnya, Singhiya melontarkan kutukan yang teramat menakutkan; “Mulai sekarang dan selamanya, tak ada seorang pun yang dapat hidup di tempat ini!”

Dan kutukan itu seolah tak lekang dimakan oleh zaman. Penasaran? Silakan datang untuk merasakan kekuatan mistis yang mencekam Benteng Bhangarh di Rajashtan, India, ketika mentari turun di ufuk barat.

Apa komentarmu?