Misteri Atoom Theater

Karena sudah lebih dari dua puluh tahun terbengkalai, maka, bangunan Atoom Theater yang terletak di Jalan Pahlawan, Citeureup, Bogor, menguarkan aroma mistik yang demikian pekat ….
o
leh: Titut Prasetyo

Neomisteri – Hantaman krisis moneter 1998 telah membuat banyak usaha hiburan yang terpaksa harus gulung tikar. Jika kita mau merunut ke belakang barang sejenak, sejatinya, krisis moneter adalah merupakan pukulan yang paling telak. Betapa tidak, sebagaimana kita ketahui, beberapa tahun sebelumnya, usaha hiburan terutama bioskop mulai diserang oleh video terutama bajakan yang beredar luas di masyarakat.

Akibat dari peristiwa tersebut, maka, Palapa Theater, Kolombia Theater dan Atoom Theater terpaksa menutup usahanya. Namun, seiring dengan perjalanan sang waktu, Palapa dan Kolombia Theater berubah fungsi menjadi pusat perbelanjaan, sementara, Atoom Theater tetap dibiarkan berdiri kokoh walau tidak terawat.

Kenyataan tersebut dapat terlihat dengan jelas, selain lantai yang tertutup debu tebal, kursi yang mulai rusak dimakan usia serta plafon rusak yang dibiarkan menggantung di langit-langit, membuat udara di dalam gedung yang memiliki dua studio tersebut terasa sangat pengap dan lembab.

Tak pelak, kenyataan tersebut membuat cerita berbau horor pun menyeruak. Bagi pedagang rokok yang mangkal agak jauh dari gedung tersebut atau masyarakat yang lalu lalang menganggap hal itu adalah wajar.

Biasa .. Om”, kata Kang Udin yang sedang duduk di depan warung rokok pada neomisteri, “namanya juga gedong udah lama kosong. Pasti jadi tempat begituan”, lanjutnya lagi dengan bahasa dialek Betawi yang lumayan kental.

Kang Udin memesan segelas kopi sambil menawarkan. Neomisteri pun mengangguk tanda setuju. Tak lama kemudian, dua gelas kopi panas dalam cup plastik tersedia. Kami pun saling berkenalan. Mendengar penjelasan neomisteri ia pun dengan bersemangat menceritakan apa-apa yang diketahuinya.

Kalo kata orang yang sering lewat sini, yang paling sering keliatan sih hantu noni Belanda, tuyul ato kunti”, paparnya, sementara Kang Ujang sang penjual rokok hanya tersenyum simpul, “tapi yang bikin horor, pada malam-malam tertentu, kadang terdengar teriakan minta tolong dari dalam gedung bioskop”, imbuhnya.

Kang Ujang yang sejak tadi diam menimpali, “Bukan cuman itu, kakek bongkok yang selalu jalan ke arah toilet trus ilang setelah menembus tembok juga banyak yang pernah liat”.

Ketika neomisteri mencoba menelisik satpam yang bertugas menjaga gedung tersebut, lelaki yang enggan disebutkan namanya itu hanya berkata; “Di mana-mana pasti ada makhluk halus. Bukankah mereka hidup berdampingan dengan kita”.

Beruntung, saya hanya pernah mendengar suara perempuan menangis dan kelebat sosok bergaun panjang warna putih atau sosok yang duduk di bangku seolah sedang menonton film. Mudah-mudahan, mereka tidak menampakan ujudnya secara utuh”, tambahnya lagi.

Lha … memang kenapa?” Tanya neomisteri penasaran.

Walau bagaimana, saya manusia biasa yang juga punya rasa takut”, jawabnya sambil tersenyum.

Neomisteri pun mafhum akan jawabannya ….

Leave a Reply