Misteri Segitiga Naga di Laut Jepang

Jarang yang menyangka, sekitar seratus kilometer sebelah selatan Tokyo, tepatnya, di antara Pulau Ivojima dan Pulau Miyake terdapat suatu kerajaan gaib di dasar laut yang sampai sekarang belum terpecahkan misterinya ….
oleh: Satrio Pinandhito

 

 

Neomisteri – Jika di beberapa negara biasa disebut dengan cenayang, atau dukun, orang pintar, serta paranormal di Jepang, terdapat sosok yang biasa disebut dengan itako — medium yang pelakunya kebanyakan wanita tua tunanetra atau terganggu penglihatannya dan sengaja dipanggil oleh salah satu anggota keluarga untuk berkomunikasi dengan keluarganya yang telah meninggal dunia.

Baca: Sejarah Berdarah Kastil Angker di Irlandia

Uniknya, untuk meminta bantuan, walau para itako merupakan pemeluk agama lama, namun, mereka kadang juga menyerukan Dewa-dewa Budha dan Shinto.

Kali ini, Yuki demikian sapaan akrab lelaki berusia (26 tahun) dan jebolan salah satu universitas ternama di Jepang, sengaja meminta tolong salah seorang Itako untuk mengetahui kebenaran Segitiga Naga yang sampai sekarang begitu misterius. Dengan bahasa Jepang yang kental dan terputus-putus, sang Itako pun berkomentar; “Ada baiknya jika kita saling menghargai dan tidak perlu mencampuri urusan orang lain”.

Sang Itako hanya menggambarkan lewat gerakan tangan bahwa sang penguasa Kerajaan Segitiga Naga itu adalah berupa Ular Naga berwarna kuning keemasan serta memiliki begitu banyak bala tentara. Ada yang berupa ular naga, berbagai jenis binatang dan binatang laut bahkan manusia. Istananya begitu megah, terbuat dari emas serta bertabur batu-batu mulia. Hampir semua yang ada di sana sibuk dengan tugasnya masing-masing, oleh karena itu, mereka tidak pernah mau diganggu dengan kebisingan yang diakibatkan oleh ulah manusia.

Oleh karena itu, kebisingan yang diakibatkan oleh lewatnya kapal atau jala perahu nelayan dirasakan sangat mengganggu mereka. Akibatnya kita semua sudah tahu bersama … siapa yang lewat bakal sirna.

Baca: Resor Menyeramkan di Tepi Pantai Taiwan

Kata-kata yang meluncur dari mulut sang Itako membuat Yuki tersentak. Betapa tidak, tahun lalu, ia sengaja melakukan kontak batin dengan penghuni Segitiga Naga. Hasilnya pun sama; ia diminta untuk saling menghargai dan jangan ikut campur urusan orang lain”.

Namun Yuki tak pernah mau menyerah begitu saja. Oleh sebab itu, walau harus merogoh kocek agak dalam, ia ingin mengetahui secara pasti tentang rahasia Segitiga Naga lewat Itako. Walau agak kecewa, akhirnya Yuki berkesimpulan; “Segitiga Naga memang belum waktunya terungkap”.

Kesimpulan Yuki dapat dibenarkan oleh para penghayat ilmu-ilmu gaib. Mereka, terutama bagi kalangan penghayat di Indonesia berkeyakinan dan berpegang pada satu kata; “Jika belum tahu silakan cari tahu, jika sudah tahu, maka, diam!”

Jika kita mau merunut ke belakang, ternyata, Segitiga Naga yang merupakan Kerajaan Jin yang mengerikan itu berada di dasar laut yang terletak di antara pulau Ivojima serta Pulau Miyake.

Tidak ada yang dapat menepis, keangkeran Segitiga Naga terjadi di rentang 1950 dan 1954. Pada rentang itu, selain pesawat, sembilan kapal besar juga hilang di area ini tanpa dapat diketemukan atau meninggalkan bekas sama sekali.

Kejadian itu membuat Pemerintah Jepang menaruh perhatian yang teramat sangat pada Segitiga Naga. Dengan pertimbangan yang masak, Pemerintah Jepang membentuk tim yang terdiri para pakar dari pelbagai disiplin ilmu untuk meneliti Segitiga Naga dengan menggunakan Kapal Kawanmaru. Namun apa daya, alih-alih kembali dengan membawa hasil yang gilang-gemilang, Kapal Kawanmaru hilang bak ditelan bumi ….

Peristiwa itu membuat pemerintah Jepang mengeluarkan seruan agar kapal atau siapa pun dilarang keras untuk mendekati areal tersebut.

Baca: Tragedi Junko Furuta

Misteri baru agak terungkap ketika salah seorang sarjana Amerika, Ivan Anderson membandingkan letak dan posisi Segitiga Naga dengan Segitiga Bermuda di dalam peta. Sungguh mencengangkan, ternyata, kedua tempat tersebut terletak digaris bujur antara 30 dan 40 derajat sebelah utara khatulistiwa bahkan luas arealnya pun praktis sama.

Menurut Yuki, biarlah Segitiga Naga tetap tersaput misteri sekaligus merupakan bukti nyata atas kebesaran Tuhan bahwa hidup dan kehidupan manusia di dunia berdampingan dengan mahkluk lain yang juga merupakan ciptaan-Nya.

artikel terkait

Artikel Terbaru

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Golok Pusaka Eyang Langlang Buana

Pada zamannya, tokoh yang konon menjelma menjadi harimau hitam dan juga memiliki nama lain Ki Jagasatru atau Ki Jagaraksa adalah penegak hukum yang benar-benar...

Legenda Si Pitung

Kepolisian Belanda yang telah mengetahui kelemahan Si Pitung, dengan mudah berhasil melumpuhkan buruannya itu. Dikabarkan, dalam penyergapan tersebut, Si Pitung meregang nyawa tertembus peluru...

Artikel Terpopuler