Zikir Pelunas Utang

Walau telah membanting tulang sampai tak mengenal waktu, namun, kerasnya hidup dan kehidupan sekali ini benar-benar membuat Nurdin terpaksa harus kucing-kucingan dengan debt collector yang mulai sering mendatangi kediamannya ….
oleh: Heru Sanjaya

 

Neomisteri Ari (42 tahun) demikiaan sapaan akrab dari Jauhari, tetangga sebelah rumah belakangan tampak selalu murung. Betapa tidak, hmpir tiap saat ada orang datang untuk menagih utang. Ya … sejak pandemi yang menghantam dunia, Ari terkena dampaknya — betapa tidak, perusahaan tempat ia bekerja yang bergerak di bidang konstruksi terpaksa merumahkan begitu banyak karyawannya.

Baca Juga: Terungkap, Amalan Rahasia Pemilik Rumah yang Tetap Kokoh Diterjang Erupsi Semeru

Tak ada yang bisa dilakukan oleh bapak dari dua orang anak ini kecuali segera alih profesi dengan bekerja erabutan demi menafkahi keluarganya ….

Alih-alih tercukupi, walau telah membanting tulang sampai larut, namun, tetap saja kurang. Akibatnya, ia pun terpaksa utang pada beberapa orang sahabatnya. Memang, mereka tidak menagih karena mafhum Ari pasti belum punya uang untuk mengembalikan pinjamannya.

Yang membuat Ari sangat terpukul adalah ulah empat debt collector yang hampir tiap hari datang menagih. Selain wajahnya menyeramkan. Mereka tak segan melontarkan kata-kata yang sangat menusuk dan merendahkan; “Makanya jangan ngutang kalo bayarnya susah!”

Baca Juga: Berkat Mengamalkan Surat Yasin Ayat 1-6, Dagangannya Selalu Laris Manis

Ari hanya bisa memberikan pengertian bahwa ia berusaha untuk membayar, dan hanya minta keringanan waktu. Akibatnya sudah kita bisa duga bersama. Para debt collector yang enggan pulang dengan tangan kosong langsung saja mengambil sepeda milik sang anak yang baru tiga hari dibelikan oleh mertuanya diambil dengan paksa. Hati Ari sangat terpukul, sebab, ia tak mampu berbuat apapun untuk mempertahankan sepeda milik anaknya.

Akhirnya, Ari hanya bisa tertunduk lesu dan menyerahkan segala masalahnya kepada Allah SWT ….

Malamnya, di tengah keheningan, Ari pun mendirikan qiyamul lail dan dilanjutkan dengan mewiridkan “La ilaaha illallah” sebanyak 1000 kali — dzikir “La ilaaha illallah” memiliki kekuatan sangat dahsyat apabila sering diamalkan seperti  apa yang kita inginkan mudah terkabulkan, membuka aura positif kita, rezeki mengalir lancar, kewibawaan bertambah, menjadi pemimpin, terhindar dari santet, cepat serta mudah dapat jodoh dan masih banyak lagi.

Hari terus berlalu. Keanehan mulai terjadi, debt collector yang datang tidak segarang dulu lagi. Ari benar-benar bersyukur karena ia bisa bekerja dengan tenang. Tak lagi memikirkan istri dan anaknya di rumah yang trauma karena ulah para debt collector, beruntung, para tetangga yang mengenalnya selalu memberikan dukungan.

Baca Juga: Mantra Awet Muda

“Tenang Mas Ari … prinsipnya kita sudah berusaha. Tuhan pasti akan memberikan jalan”, demikian kata Bang Togar tiap bertemu dirinya.

Ari pun mengangguk sambil mengepalkan tangannya dan berseru; “Tetap semangat Abangku!”
Hingga pada suatu hari, ketika sedang menunggu Angkutan Umum di salah satu halte di ruas Jalan Fatmawati, sebuah mobil berhenti dan dari dalam terdengar teriakan orang memanggil namanya; “Ari … Ari …!”

Ari bergegas menghampiri. “Oh … Hisyam …!”

“Naik …”, kata Hisyam sambil menunjuk kursi kosong yang di sebelahnya, “ayo … kita ke kantor. Ngobrol di sana jadi lebih enak”, tambah Hisyam dengan penuh semangat.

Ilustrasi berdzikir

Di sepanjang jalan, Hisyam menceritakan keberhasilannya. Aripun hanya mendengarkan. Tak ada komentar barang sedikit pun. Sesampainya di kantor Hisyam, Ari langsung diajak masuk ke ruang direksi. Ia diperkenalkan dengan beberapa staf kepercayaannya. Dan setelah menceritakan keberhasilannya, Hisyam langsung berkata; “Jujur … gua udah lama nyari Lu, mao minta maap sama mulangin motor yang dulu gua ilangin”.

Baca Juga: Petaka Ilmu Langkah Manis

Ari pun menjawab; “Gua udah ikhlas dan lupa ama kejadiannya. Udah … jangan ungkit-ungkit lagi”.

Hisyam pun kembali menyahut; “Emang lu temen yang paling ngertiin gua”.

“Ini gua udah siapin ampir dua bulan. Tolong terima, dan anggap sebagai hadiah dari gua. Mulanya gua cuman kepengen ganti motor lu yang gua ilangin dulu”, kata Hisyam sambil memberikan amplop, “nah … sekarang, bukan ngusir, kalo mao berangkat kerja silakan”, pungkasnya.

Ari menerima amplop samabil memeluk erat Hisyam. Sesaat, keduanya larut dalam keharuan.

“Gua harap, lu bisa kerja di sini. Gua enggak tega ngeliat lu kerja serabutan begitu. Gua juga berharap lu enggak nolak”, bisik Hisyam dengan suara bergetar.

Baca Juga: Mantra Tolak Balak

Tak lama setelah itu, Ari pun pamit. Dan berjanji dalam beberapa hari ke depan akan datang lagi sambil membawa lamaran pekerjaan. Ketika membuka amplop yang diberikan Hisyam, Ari hanya bisa berkata lirih; “Alhamdulillah …?!”

Ternyata, rezeki dari Allah lebih dari yang diharapkan. Di selembar cek, Hisyam menuliskan angka Rp. 75.000.000,00. Artinya, utang terlunasi, dan ia dapat membelikan anaknya sepeda yang beberapa waktu lalu diambil paksa oleh debt collector.

artikel terkait

Artikel Terbaru

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

3 Ilmu Karuhun

Tak dapat dipungkiri, sebelum berangkat ke kota besar untuk mengubah nasib atau mengejar cita-cita, lazimnya, para perantau selalu dibekali dengan “sesuatu” sebagai upaya untuk...

Darah Ayam Perawan

Siapa pun yang bersitatap dengan lelaki kerempeng dan berambut gondrong itu, utamanya kaum wanita, pasti akan langsung bertekuk lutut dan menyerahkan segala apa yang...

Ajian Kabedasan

Ajian Kalalanangan

Artikel Terpopuler