Makam Tua di Tanah Warisan

Ia tak pernah menyangka jika di atas tanah warisan miliknya terdapat makam tua yang dihuni oleh nenek bungkuk yang tak pernah mau bahkan bisa dipindahkan oleh siapa pun juga ….
oleh: Tim Redaksi

 

Neomisteri – Sudah menjadi rahasia umum, jika sudah berumah tangga, maka, rumah atau tempat tinggal adalah yang utama. Menurut para orang tua, jika sudah punya rumah, selanjutnya kita tinggal mencari untuk penyambung hidup — setelah mempertimbangkan sekian lama, akhirnya, Anan yang selama ini mengontrak memberanikan diri mengajukan pinjaman untuk mendirikan rumah di atas tanah warisan miliknya yang luasnya sekitar 350 meter persegi.

Sementara, tanah warisannya yang terletak di antara Jakarta Selatan dan Bogor, dirawat oleh Pak Tugimin, petani yang memang sudah berpuluh tahun tinggal di tempat itu. Selama ini, Pak Tugimin menanaminya dengan jambu batu atau jambu biji. Tiap panen, sambil melaporkan hasil penjualannya, tak lupa, Pak Tugimin selalu memberi Anan sekeranjang hasil kebun itu.

Seperti biasa, Anan hanya berkomentar; “Terima kasih dan pakailah hasil penjualannya untuk Bapak dan keluarga”.

Pak Tugimin hanya tersenyum simpul. Namun kali ini berbeda, wajah Pak Tugimin tampak tegang. Betapa tidak, Anan meminta agar dua bulan ke depan pohon jambu yang sudah mulai tua itu ditebang saja karena lahannya akan dipakai untuk mendirikan rumah.

Bukan karena ia tak lagi ada kegiatan dan penghasilan, Pak Tugimin sadar, sejatinya, lahan yang dirawat itu tergolong angker. Bahkan, masyarakat setempat enggan untuk mendekat apalagi di waktu malam. Boleh dikata, menjelang rembang petang, tak ada seorang pun ada yang berani melintas di dekat lahan tersebut.

Dengan hati-hati, ia menceritakan apa yang diketahuinya kepada Anan yang mendengarkan dengan serius dan sesekali menarik napas panjang. Dahinya tampak berkerut, Anan memang sedang berpikir keras. Agaknya, setelah mendapatkan gambaran yang pasti, ia pun berkata; “Pak Min, lebih baik sekarang kita ke rumah Abah Sopar. Mudah-mudahan beliau dapat memberikan jalan keluar”.

Ilustrasi asap
Ilustrasi asap

Singkat kata, setelah menceritakan apa yang diketahui serta berbagai cerita penduduk, Abah Sopar pun bergumam; “Nenek itu tinggal di sana jauh sebelum kita ada atau tempat itu menjadi ramai. Beliau sosok yang setia dan patuh, hingga tak mau pergi barang sejengkal pun karena menunggu sang suami yang pamit untuk menjual hasil kebunnya ke kota”.

“Maksudnya Bah?” Tanya Anan penasaran.

Abah Sopar yang memang dikenal sebagai sosok yang mampu berhubungan dengan dunia gaib langsung bercerita — pada zaman itu, lepas Subuh, Aki berpesan kepada istrinya untuk mendoakan agar dapat untung besar dan jangan pergi kemana-mana sampai ia pulang. Tapi apa daya, sang suami tak pernah kembali. Entah kejadian apa yang menimpanya. Karena taat terhadap pesan suaminya, jadilah nenek tersebut tetap menunggu dan tak mau beranjak dari tempatnya ….

Pernah dicoba beberapa kali, tetapi sang nenek tetap kembali ke tempat semula. Mendengar itu, Anan pun bertanya; “Jadi … bagaimana saya membangun rumah di sana?”

“Baik, nanti saya tunjukkan tempat atau makam beliau. Setelah itu, mohon dirawat sebagaimana mestinya. Dengan begitu, Insya Allah ia akan tenang dan tidak mengganggu lagi”, jawab Abah Sopar.

Apa yang dikatakan Abah Sopar benar. Pada hari yang ditentukan, ia datang untuk menunjukkan makam tua di atas tanah warisan milik Anan. Setelah berdoa, pembangunan pun langsung dimulai. Dan benar, sampai pembangunan selesai, bahkan, sampai cerita ini dituliskan sang nenek tak pernah menampakkan diri. Anan hanya sekali bermimpi, sang nenek datang sambil tersenyum dan kemudian menghilang ….

Sejak itu, masyarakat sekitar hanya bisa mengingat, mulanya tempat tersebut sangat terkenal keangkerannya.

artikel terkait

Apa komentarmu?

Artikel Terbaru

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Jalur Perlintasan Lelembut

Pengembang tak pernah menyadari jika salah satu bagian dari komplek perumahan yang sedang mereka bangun di tengah hamparan tanah lapang itu adalah merupakan jalur...

Matahari Terbenam, Nuansa Mistis Pun Menyelimuti Benteng Ini

Diam-diam, sang penyihir ternyata jatuh hati pada wanita yang biasa memesan wewangian untuk dirinya. Ia tak lain adalah putri Raja Bhangarh yang bernama Ratnavati...

Bangkit dari Kubur

Artikel Terpopuler