Dia Baru Saja Dimakamkan

Malam itu Mas Benny berjanji akan memberikan jaket yang kemarin dipakainya kepada Pak Sis, pemilik Warung tenda tempat ia biasa makan ….
oleh: Tim Redaksi

 

Neomisteri – Malam semakin tua, jalanan pun sudah sepi. Hanya satu dua kendaraan yang melintas entah kemana tujuannya. Bisa pulang ke rumah atau bahkan baru berangkat menuju ke tempatnya bertugas. Sementara, Pak Sis dengan setia masih menunggu kedatangan Mas Benny, salah seorang pelanggan setianya. Khususnya, Tengkleng Kambing.

Ya … Pak Sis mengenal Benny sebagai sosok pemuda yang pandai, santun dan dari keluarga orang berada. Namun ia lebih senang hidup bebas dalam menikmati masa mudanya yang diam-diam juga termasuk salah seorang jagoan balap motor jalanan yang konon belum terkalahkan. Itulah sebabnya, berkat keakrabannya selama ini Pak Sis dengan setia menunggu kedatangan Mas Benny.

“Mungkin dia sedang asyik nongkrong bersama teman-temannya sehingga lupa kesini”, demikian bisik hati Pak Sis sambil membenahi dagangannya sambil bersiap-siap untuk pulang.

Sementara, pesanan Mas Benny diberikan kepada Mas Jimin, sopir angkot yang biasa mangkal di pojok jalanan yang langsung menyantapnya dengan lahap.

Di rumah, istrinya pun mengingatkan dalam bahasa Jawa yang kental; “Pak … kata Mas Benny kalau dia enggak datang, hari ini sebelum Magrib disuruh ke rumahnya buat ambil jaket buat Totok”.

“Iya … aku ingat Bu”, kata Pak Sis sambil menaruh pelbagai peralatannya di tempat pencucian, dan setelah itu ia pun membersihkan diri dan bersiap-siap untuk beristirahat, apalagi, nanti malam ia tidak buka.

Ya … dalam seminggu, Pak Sis sengaja beristirahat tiap malam Jumat. Bukan karena anjuran dukun atau orang pintar, tapi, ia harus mengurus pengajian mingguan yang rutin diadakan di lingkungan tempatnya tinggal.

Hari itu, entah kenapa, sejak pagi wajah Mas Benny selalu terbayang-bayang. Pak Sis pun juga merasa gelisah. Ia benar-benar tak dapat konsentrasi saat tengah meracik bumbu untuk gule, tengkleng dan sebagainya yang bakal dijual malam nanti. Hatinya mulai tenang saat ia mendirikan Salat Jumat.

Ilustrasi berdzikir
Ilustrasi berdzikir

Lepas Asar, seperti biasa Pak Sis bersama dengan Mas Gio pembantunya berangkat ke tempatnya biasa berdagang untuk bersiap-siap. Ketika semua hampir selesai, sang istri pun datang dan ia meminta izin untuk ke rumah Mas Benny.

Dari jauh hatinya berdebar dengan keras. Betapa tidak, di depan rumah Mas Benny tampak sisa-sisa karangan bunga dan kursi yang agak berantakan. Pak Sis terus saja turun dari motornya dan memperkenalkan diri kepada salah seorang lelaki muda; “Mas … saya bisa ketemu sama Mas Benny”.

“Bapak siapa?” Tanya lelaki muda itu sedikit terkejut.

Pak Sis pun memperkenalkan diri sekaligus menceritakan tentang hubungannya dengan Mas Benny. Lelaki muda yang ternyata masih sepupu Mas Benny pun mengangguk-angguk dan mengajak Pak Sis untuk masuk dan memperkenalkannya kepada kedua orang tua Mas Benny.

Setelah diceritakan, kedua orang tua Mas Benny tampek berkaca-kaca. Sang ayah langsung saja berkata; “Pak Sis maafkan jika selama ini Benny ada salah. Ia tadi sore baru saja dimakamkan”.

Sang ayah pun menceritakan bahwa Benny mengalami kecelakaan tunggal ketika hendak pulang ke rumahnya dini hari tadi ….

Setelah sejenak saling berbincang dan mengikuti pengajian, ketika hendak kembali, ayah Benny keluar dengan membawa goodie bag dan menyerahkannya kepada Pak Sis.

“Yang ada hanya ini. Kami menemukan di kamar Benny. Mohon Pak Sis dapat menerima dan semoga bermanfaat ya”, katanya dengan air mata yang menganak sungai.

Pak Sis pun menrima dan segera mohon diri.

Setibanya di warung, ia membuka goodie bag tersebut. Tampak sebuah bungkusan dengan tulisan tangan di atasnya; “Buat Totok, semoga bermanfaat. Salam kenal, Benny”

Pak Sis, istri dan Mas Gio terhenyak. Dada mereka pepat, sungguh tak disangka, Mas Benny yang ramah, periang dan santun itu pergi begitu cepat dan meninggalkan kenangan yang teramat dalam bagi mereka bertiga dan orang-orang yang mengenalnya.

Selamat jalan Benny semoga engkau tenang dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

artikel terkait

Apa komentarmu?

Artikel Terbaru

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Misteri Pengeboman Coventry dan Konspirasi Peristiwa 9/11

Peristiwa ini terjadi pada 14 November 1940. Ketika itu armada Luftwaffe atau Angkatan Udara Jerman membumihanguskan kota Coventry di Inggris dalam sebuah serangan yang...

Hadiah dari Siluman Ular

Dengan perasaan dan pikiran yang tak menentu dan sesekali menghela napas panjang kemudian menghembuskannya kuat-kuat, ia pun menyusuri pematang sawah sambil membawa obor dan...

Artikel Terpopuler