Keangkeran Patung dari Sisa Bagian Tubuh Manusia

Kepiawaian dan kekuatan supranatural sang rahib membuatnya mampu membuat beragam jenis patung yang merupakan campuran dari adonan bahan pembuat patung dan sisa dari bagian tubuh manusia ….
o
leh: Aji Prakasa

Neomisteri – Tatok berjalan mondar-mandir di lobi hotel tempatnya menginap. Ia gelisah, betapa tidak, Ayu telah berjanji untuk mengantarkannya ke suatu tempat yang saputan nuansa mistiknya begitu kental. Asbak di meja sudah dipenuhi puntung rokok, sementara, kopi pun sudah habis.

Entah berapa kali ia melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Sementara, matahari pun mulai tenggelam di arah barat. Berulang kali ia mengangkat HP-nya, namun, entah kenapa Ayu tidak pernah meresponsnya sama sekali.

Entah sudah berapa batang rokok yang dihisapnya. Di atas meja, tampak asbak yang sudah dipenuhi oleh puntung-puntung rokok, sementara, cangkir kopi hanya tinggal ampasnya saja. Dalam kegelisahannya, Tatok coba mencari tahu apa yang menyebabkan Ayu sampai terlambat sedemikian lama.

Saat matanya mulai terpejam, mendadak ia merasakan bahunya ditepuk dari samping dan terdengar suara; “Maaf … lama ya nunggunya. Sialan, mendadak Bos minta data-data yang harus segera gua siapin”.

Tapi emang kelakuannya begitu, tiap gua mo jalan balik, Bos pasti manggil. Tauk sekadar nanya yang enggak perlu ato minta tolong macem-macem. Gua mah udah apal banget”, celoteh Ayu dengan riang tanpa merasa bersalah sama sekali.

Oke … kalo Mas udah siap kita jalan sekarang”, lanjutnya lagi sambil berjalan mendahului.

Bagai kerbau dicucuk hidungnya, aku pun mengikuti dengan berjalan di sebelahnya. Setibanya di luar, Ayu langfsung saja mendekati Tuk-Tuk dan berbicara dengan si pengendara; “Chatuchak”.

Pengendara mengangguk. Ketika aku tanyakan, Ayu pun menjawab singkat; “Termina Bus. Tapi, kadang orang juga menyebutnya sebagai Mo Chit 2 (New Mo Chit)”.

Aku hanya mengangguk. Beruntung, sekali ini aku didampingi Ayu, mahasiswi bimbinganku pada waktu skripsi dulu. Setibanya di sana, kami berjalan menuju bus yang akan menuju ke Unnamed Rd, Tha Than, Phanom Sarakham District, Chachoengsao.

Singkat kata, setibanya di sana, begitu kaki mulai mendekati lokasi, aura hitam yang demikian pekat tampak menyelimuti suatu tempat. Tepatnya di seputaran ashram (semacam tempat pertapaan-red) — sekali ini, agar aku dan Ayu aman dari gangguan yang tidak diinginkan — aku pun mulai membaca Hizib Taawudz di dalam hati.

Ayu yang mulai merasa gelisah langsung saja menghentikan langkahnya. Ia hanya berkata sambil menunjuk; “Itu tempatnya”.

Aku pun mengangguk dan memberi tanda agar Ayu menunggu di situ dan jangan pergi ke mana-mana. Dan benar, di dalam biara, tampak patung-patung yang seolah hidup atau bernyawa. Dalam telepati sesaat, semua patung yang ada di sana mengeluh. Mereka merasa sangat tersiksa. Betapa tidak, sampai sekarang, mereka belum juga sampai ke alam keabadian. Mereka bagai terpasung, oleh suatu kekuatan hitam yang maha dahsyat.

Agaknya, kegelisahan itulah yang membuat mereka acap mengganggu orang-orang yang ada di sekitarnya.

Menurut catatan, pada suatu masa, hidup seorang rahib yang menguasai kekuatan suprantural luar biasa. Ia sengaja membuat pelbagai patung dari percampuran antara bahan pembuat patung dengan potongan tubuh manusia — dan meletakkannya di sekeliling ashram (semacam tempat pertapaan) — namun, setelah sang rahib mangkat, tempat itu tak ada yang berani merawat. Jadilah tempat itu ditumbuhi rerumputan dan pepohonan liar.

Bahkan, karena tergiur oleh keuntungan yang sangat besar, pernah suatu ketika, ada sekelompok orang mencoba mencuri patung itu untuk dijual. Tapi apa daya, alih-alih mengangkat, menggeser patung yang ada saja mereka tidak mampu.

Sambil melangkahkan kaki untuk kembali ke hotel, aku hanya bisa termangu dan membayangkan bagaimana dahsyatnya kekuatan supranatural sang rahib kala itu ….

Kolom Komentar...