Manfaat Tarian Tango Untuk Penderita Parkinson

Neomisteri – Sering mendengar kata parkinson? Parkinson, adalah penyakit degeneratif yang biasanya menyerang pada usia 60an. Rusaknya sel yang membuat tubuh tak mampu menghasilkan dopamin (zat kimia yang bertugas mengirim sinyal ke otak untuk mengatur gerakan tubuh) merupakan penyebabnya.

Beberapa gejala parkinson adalah gangguan mobilitas gerak seperti, tangan gemetar, otot kaku serta sulit berkedip. Sampai sekarang belum ditemukan obat untuk penyakit ini. Tapi sebuah penelitian dari Washington University School of Medicine, mengatakan bahwa pengidap parkinson tetap bisa menjaga kualitas hidup dengan menari.

loading...

Tango merupakan tarian yang disarankan karena dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik penderita parkinson dengan gerakan mengangkat tubuh dan goyangan kaki. Dalam penelitiannya, para peneliti meminta responden penderita parkinson menari tango selama satu jam, dua kali seminggu, dan dilakukan setahun. Hasilnya signifikan.

Terjadi perbaikan keseimbangan serta mobilitas, ketimbang mereka yang cuma berlatih konvensional, contohnya mendengarkan musik dan melukis. Gerakan mata juga meningkat selama menari tango. Melihat hal tersebut, para peneliti yakin jika musik serta tarian mampu membantu otak mengatasi problem keseimbangan dan gerakan.

Sementara penelitian lain dari University of Limerick menyatakan selain tango, tarian tradisional khas Irlandia, jig, juga mampu mengatasi parkinson. Tarian dansa ini dinilai dapat melenturkan otot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *