Misteri Pasien Kursi Roda di Lorong Rumah Sakit

Ibuku heran dan menengok ke belakang memastikan bahwa pasien itu benar mengikutinya. Tapi malah pas beliau nengok, ternyata pasien itu tidak ada.

Neomisteri – Serita ini berdasarkan pengalaman yang dialami oleh ibu saya, ketika beliau sedang menjaga ayah saya saat sedang dirawat di rumah sakit.

Waktu itu jam menunjukkan pukul 23.40 WIB-an, kata ibu saya. Beliau menjaga ayah saya sendirian. Saya dan kakak saya memang sedang tidak disana, karena kakak saya harus bekerja dan pulangnya itu selalu larut malam. Sedangkan saya dulu masih sekolah kelas 5 atau 6 SD.

Cerita bermula ketika ibu saya sedang tertidur karena sudah malam dan larut. Jam besuk pasien pastinya sudah tidak boleh lagi ada orang membesuk pasien. Kebetulan juga kamar sebelah, depan samping juga kosong semua.

Rumah sakit tempat ayahku dirawat ini sepi pasien. Tapi bukannya rumah sakit ini tidak ada pasien ya, ada pasien tapi tidak banyak. Maklum rumah sakit swasta.

Singkat cerita, pas ibu saya sedang tertidur saat menjaga ayah saya, tiba-tiba ayah saya itu kebangun dan teriak. “Mak! Mak! Infusnya habis!”

Ibuku terkejut dan langsung bangun. Karena panik, beliau segera bergegas menuju ruang petugas piket malam.

Dari kamar menuju ruang petugas lumayan jauh. Harus melewati lorong dengan kanan kiri kamar yang keadaan kosong dan ruangannya gelap serta dikunci semua.

Setelah berlari melewati lorong, sampailah ke depan ruang petugas. Ibuku sempat melirik ke arah lobi sembari melihat teve menyala.

Dalam hatinya beliau berkata. “Oh teve nyala, masih banyak orang rupanya.”

Namun setelah beliau cek, ternyata tidak ada orang sama sekali. Kemudian ibuku langsung pergi ke ruang petugas dan memberi tahu bahwa infus ayahku habis.

Setelah memberitahu kepada petugas, ibuku langsung kembali ke kamar rawat, soalnya ayahku sendirian. Harus melewati lorong yang gelap dan agak creepy.

Ibuku berjalan santai tak seperti tadi saat menuju ruang petugas, beberapa langkah aman.

Namun ada saat ketika ibuku berjalan sekitar duapuluh langkah. Beliau sengaja nengok ke belakang. Memastikan bahwa itu petugas yang akan menggantikan infus ayahku.

Namun bukannya petugas, malah yang ada adalah seorang pasien dengan kursi roda dan seseorang sedang mendorong pasien itu.

Dalam hati ibuku berkata, sambil kembali berjalan namun memperlambat jalannya. “Udah malam gini ada pasien lain juga yah, jadi enggak kesepian.”

Beliau memperlambat jalannya berharap dapat berjalan beriringan dengan pasien tersebut. Namun malah sampai beberapa langkah pasien itu tidak muncul-muncul.

Ibuku heran dan menengok ke belakang memastikan bahwa pasien itu benar mengikutinya. Tapi malah pas beliau nengok, ternyata pasien itu tidak ada.

Padahal ketika ibuku sedang memperlambat jalannya, beliau masih mendengar suara kursi roda yang didorong. Tapi saat ditengok ke belakang, malah enggak ada orang sama sekali.

Dan lorong itu benar-benar tidak ada orang kecuali ibuku, juga semua pintu di lorong itu terkunci. Ibuku sontak kaget dan berkeringat dingin lalu mempercepat lagi jalannya.

Sampai di kamar rawat beliau berdoa, dan masih heran siapa si pasien kursi roda itu. Beberapa saat kemudian perawat datang untuk mengganti infus ayahku.

Mungkin itu saja yang bisa saya tulis, semua yang saya tulis benar adanya yang diceritakan oleh ibu saya. Jadi kalian boleh percaya sama tulisan ini boleh juga tidak percaya.

Oke, terimakasih sudah mau membaca thread ini. Semoga menemani malam kalian ya. Terimakasih dan… Hati-hati dibelakangmu!

 

 

——————–

Sumber: @junirachmatp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *