Pulau Maupora, Pusat Iblis Sedunia

Pulau Maupora yang sejatinya merupakan gugusan karang yang timbul ke permukaan laut (Watupalpiali), diyakini oleh banyak orang sebagai Pulau Suanggi atau pulau para pemuja iblis ….
o
leh: Andhika Bhayangkara

Neomisteri – Belakangan, khususnya di kalangan para pelaut atau masyarakat sekitar, Pulau Maupora, Maluku Barat Daya, gugusan karang yang timbul ke permukaan laut kini menjadi ajang perbincangan yang demikian hangat. Hampir kesemuanya menyatakan, pulau tersebut sangat angker karena dianggap sebagai tempat berkumpulnya penganut ilmu hitam bahkan para makhluk halus sedunia.

Sayangnya, tak seorang pun di antara yang ditemui neomisteri mampu menyatakan kapan waktu mereka para suanggi dan makhluk-makhluk halus itu berkumpul.

Baca: Kuntilanak di Studio Alam TVRI

Menurut Khalil (54 tahun) lelaki paruh baya yang kebetulan bersedia diwawancara, hampir semua yang ditemui menolak dengan alasan tabu menyatakan kepada neomisteri; “Saya tahu karena mendengar cerita kakek. Kebetulan, kakek saya almarhum memiliki kemampuan untuk melihat dan berkomunikasi dengan makhluk gaib. Menurut kakek, sebetulnya, Pulau Maupora, begitu kata kebanyakan orang, memiliki penataan sebagaimana kerajaan pada umumnya”.

Kerajaan?” Potong neomisteri.

Betul. Boleh dikata, pada waktu-waktu tertentu, biasanya Desember dan Januari, seluruh kekuatan hitam dunia berkumpul di pulau itu. Oleh sebab itu, kenapa pada bulan-bulan tadi banyak terjadi kecelakaan”, jawabnya datar.

Baik … bagaimana kelanjutan dengan penataan ruangan tadi?” Desak neomisteri.

Sambil menyedot rokok kereteknya dalam-dalam, kembali, Bung Khalil menambahkan; “Bagian tengah merupakan tempat raja menemui tamu-tamu penting sekaligus merupakan singgasana raja, sementara, bagian belakang merupakan ruang tahanan dan di sayap kananya merupakan dapur … pada bagian lainnya tempat raja dan keluarganya tidur atau beristirahat”.

Bung Khalil pun kembali menambahkan, “Di tengah-tengah pulau, sebenarnya terdapat batu datar yang merupakan meja persembahan dan biasa dipakai sebagai tempat persembahan darah dari para suanggi untuk makhluk-makhluk alam kegelapan ”.

Kebanyakan masyarakat meyakini, jika ada salah satu dari masyarakat sekitar yang sedang kritis, tak pelak, “arwah” si sakit bisa saja sudah dijemput bahkan menaiki sebuah Jung atau kapal yang dikawal oleh beberapa kapal-kapal kecil yang nakhoda dan ABK-nya adalah para leluhur atau para suanggi”.

Baca: Salah Satu Titik Angker di Sungai Ciliwung

Bagaimana dengan mereka yang terkena musibah di sekitar Pulau Maupora?” Potong neomisteri cepat.

Kebanyakan masyarakat beranggapan, arwah mereka langsung menjadi penghuni gaib Pulau Maupora”, pungkas Bung Khalil sambil mohon izin untuk kembali melanjutkan pekerjaannya yang sesaat terhenti akibat melayani neomisteri.

Agaknya, Pulau Maupora menjadi salah satu pulau yang menarik untuk ditelisik lebih dalam lagi, khususnya, misteri yang sampai sekarang masih menyungkupinya.

Apa komentarmu?