Metode Kirlian, Klenik yang Dibungkus Sains

Kata cenayang-cenayang itu, foto-foto Kirlian memperlihatkan “aura” manusia yang dianggap mewakili eksistensi spiritual dan emosional kita. Lebih jauh lagi, cenayang-cenayang itu berusaha tampak ilmiah dengan mengklaim foto Kirlian merekam “medan kosmis” atau “daya hidup” dari setiap benda hidup.

 

 

Neomisteri – Era 1970-an, klenik yang dibungkus sains gadungan sangat marak. salah satunya metode Kirlian untuk melihat aura manusia.

Aura dan aurat itu beda. Aurat bisa dilihat, kalo aura itu ngarang-ngarang aja. Para manusia klenik memang suka melakukan cocokologi, sok-sok ilmiah padahal ngarang.

Di tahun 1990-an, beberapa kali saya iseng masuk ke arena Festival Paranormal di Sydney, Australia. Selalu ada cenayang yang mendemonstrasikan foto Kirlian, untuk merekam aura!

Kata cenayang-cenayang itu, foto-foto Kirlian memperlihatkan “aura” manusia yang dianggap mewakili eksistensi spiritual dan emosional kita.

Lebih jauh lagi, cenayang-cenayang itu berusaha tampak ilmiah dengan mengklaim foto Kirlian merekam “medan kosmis” atau “daya hidup” dari setiap benda hidup.

Kalau kita mau bayar, maka mereka akan memberikan foto berwarna dari aura kita!

Tubuh manusia pasti mengeluarkan panas, aroma dan suara. Tapi apakah itu aura? Eh nanti dulu.

Saat ini sudah jadi pendapat umum bahwa setiap benda hidup (entah itu bangkoang, manusia atau lalat) punya aura. Asal muasalnya bagaimana seh urusan aura ini?

Gini ceritanya… Berawal di tahun 1911, Dr Walter J Kilner berusaha menggabungkan sains, medis dan keyakinannya. Dalam bukunya “The Human Atmosphere”.

Dr Kilner mengklaim bisa melihat aura manusia untuk mendiagnosis penyakit. Tapi akurasinya sangat buruk. Sehingga British Medical Journal menolak.

Ledakan minat pada aura kemudian terjadi berkat Semyon Davidovich Kirlian, seorang teknisi listrik di Krasnodar, Rusia.

Tahun 1939, Kirlian mengamati bahwa jika dia menyentuh benda-benda elektronik bervoltase tinggi dalam kegelapan, cahaya samar muncul di sekeliling tubuhnya.

Kemudia Kirlian bersama isterinya yang ahli biologi, Valentina, menghabiskan waktu bertahun-tahun menganalisa fenomena tersebut.

Mereka mengalirkan listrik voltase tinggi, pada obyek yang diuji yang diletakkan di kertas fotografi. Arus dibuat rendah untuk alasan keamanan.

Ketika memproses kertas fotografi tersebut, mereka bisa melihat tempat obyek yang diuji itu ada bayangan di sekitarnya.

Kirlian percaya bahwa dia tidak hanya dapat memotret “aura”, lebih jauh dia yakin bisa menarik informasi kesehatan diagnostik penting dari foto-foto itu.

Dan 1961, suami isteri Kirlian menerbitkan hasil observasi mereka di Russian Journal of Scientific and Applied Photography.

1971, Sheila Ostrander dan Lynn Scchroeder menerbitkan “Psychic Discoveries Behind the Iron Curtain”. Ini terjadi saat foto Kirlian sampai negara Barat.

Seorang Para-psikolog Thelma Moss juga membantu memopulerkan foto Kirlian. Dia menggunakannya sebagai perangkat diagnosis medis yang dia klaim sebagai sangat potensial. Moss dalam hal ini menuliskan di beberapa bukunya.

Tidak butuh waktu bertahun-tahun atau berhari-hari untuk mengikuti pelatihan fotografer Kirlian. Sangat mudah “ilmu menafsirkan” foto-foto itu.

Cukup mengingat bahwa setiap warna menunjukkan suasana hati! Biru: kedamaian dan perenungan. Hijau: penyembuhan atau sentuhan, Merah: getaran atau hasrat. Kemudian hanya perlu menghafal beberapa warna lain. Nah sangat sederhana kan?

Yang lebih nekat lagi, ada klaim bahwa gambar Kirlian bisa menunjukkan kondisi kurang gizi, penyakit jiwa, bahkan drug-abuse!

Foto Kirlian juga punya nama keren lain: “bioelektrografi” atau “bioresonansi elektrografi”. Jadi makin laku lah omong kosong ini.

Jadi, apa yang sebenarnya ditunjukkan foto Kirlian? Apakah “medan energi bioplasma” atau “daya hidup” kita? Sama sekali bukan itu. Sebenarnya, foto Kirlian itu menunjukkan kehadiran air (kalo pada manusia ya keringat), melalui yang disebut “corona plasma discharge”.

Komponen penting pada foto Kirlian adalah listrik bertegangan tinggi dan frekuensi tinggi. Listrik macam ini merambat dengan sangat baik lewat uap air. Sebaliknya listrik dengan karakteristik di atas sangat buruk saat melewati udara kering.

Beruntung bagi si fotografer, karena manusia yang sedang bersenang-senang di festival akan mengeluarkan keringat lebih banyak!

Listrik bervoltage dan frekuensi tinggi punya cukup energi utk melepaskan elektron-elektron. Atom yang kehilangan atau ketambahan 1-2 elektron disebut ion.

Udara di sekeliling obyek yang dialiri listrik tersebut terionisasi, jika udara mengandung air. Dan terekamlah bayangan di kertas foto!

Ilmuwan menyebut sinar yang keluar dari terionisasinya keringat sebagai corona plasma discharge. Jadi tidak ada hal yg aneh dalam hal ini.

Semua operator Kirlian menyatakan bahwa tiap gambar Kirlian unik. Tapi kalau kita mendatangi 5 operator, kita akan dapat 5 gambar yang berbeda! Yang lebih parah lagi, sekarang banyak “operator Kirlian” yang memotret pelanggan menggunakan kamera digital! Tentu bisa menebak kelanjutannya.

Dengan menggunakan kamera digital, operator-operator Kirlian masa kini enggak perlu lagi repot-repot mengalirkan listrik voltage dan frekuensi tinggi. Tinggal ngedit hasilnya.

Pada tahun 1980-an, dalam sebuah acara TV, James Randi (The Amazing Randi) menawarkan US$100 ribu kepada orang yang bisa membuktikan bisa melihat aura.

Dalam acara Randi tersebut. Tidak ada satu manusia cenayang pun yang terbukti bisa melihat aura. Dan Randi tidak pernah kehilangan US$100 ribu miliknya.

 

 

—————
Sumber: Twitter (@ryuhasan)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *