Kuntilanak di Studio Alam TVRI

Suara cekikikan yang berkepanjangan, mendapatkan penumpang hantu serta kesurupan seolah menjadi hal yang biasa di areal yang satu ini ….
oleh: Arif Wibisana

Neomisteri – Bagi masyarakat yang tinggal di Depok, keangkeran Studio Alam TVRI adalah bukan hal yang asing. Sejak berdiri di tanah seluas sekitar 29 hektar yang terletak di Kampung Cikumpa, Kecamatan Sukmajaya, Depok, keusilan makhluk halus penunggunya selalu saja menjadi perbincangan warga — terutama, ketika akses masuk kesana masih harus melewati jalan belakang, tepatnya, lewat BBM Cilodong. Kala itu, Jalan Raden Saleh yang sekarang menjadi jalan utama untuk masuk kesana masih ditumbuhi berjenis pepohonan mirip dengan hutan.

Bang Dana (56 tahun) salah seorang yang bersedia menjadi nara sumber neomisteri menceritakan; “Dulu, walau Jalan Raden Saleh masih seperti hutan, tapi, gua enggak pernah diganggu. Soalnya, gua selalu “numpang-numpang” (permisi-red)”.

Baca: Misteri Nenek Tua Menyeramkan di Aula SMA

Kata “numpang-numpang” yang diungkapkan Bang Dana diamini oleh dua lelaki lain yang kebetulan sedang makan sambil minum kopi di warung tersebut. Bahkan salah seorang dari keduanya menimpali; “Rasanya, dulu aman-aman aja. Rusaknya begitu anak-anak muda banyak yang “mojok” (pacaran-red). Maklum, dulu, di sini masih kaya hutan. Makanya anak-anak muda dari mana-mana dateng buat “mojok””.

Sambil senyum Bang Dana menambahkan; “Jiwa muda bikin dia pada lupa diri. Nah … ini yang bikin penunggu gaib pada ngasih peringatan. Maksudnya biar pada sadar. Boro-boro sadar, yang ada makin pada konyol. Nah … kejadiannya jadi kaya yang sekarang dah”.

Kejadian yang bagaimana Bang?” Desak Misteri.

Pada kesurupan”, kata Bang Dana sambil menutup mulutnya.

Dari keterangan Bang Dana, dulu, kawasan tersebut sangat tenang dan damai. Penduduk hidup saling tolong menolong, bahkan, tiap tahun, di pinggiran danau (situ-red) tampak beberapa kepala kerbau sebagai salah satu kelengkapan upacara bersih desa yang selalu digelar oleh para penduduk pada setiap tahunnya. Tujuannya, selain melestarikan tradisi, menurut orang-orang tua hidup harus saling menghormati terhadap sesama ciptaan-Nya.

Tapi kini, entah kenapa, upacara tersebut mulai tak lagi ada.

Kalau tidak salah ingat, sejak itu, banyak kejadian-kejadian aneh terutama di areal Studio Alam TVRI. Kebanyakan menimpa wanita. Begitu bengong, maka, mereka pasti kesurupan. Oleh karena itu, para kru, khususnya wanita diminta untuk selalu mawas diri dengan banyak berdoa atau selawat di dalam hati — prinsipnya jangan suka melamun.

Baca: Dibekap Sosok Hitam Besar di Kontrakan

Menurut Bang Dana, kejadian horor juga pernah menimpa pengemudi ojek yang biasa mangkal untuk menunggu penumpang. Suatu hari, antara pukul 21.00 ada seorang wanita yang turun dari Angkot dan minta diantarkan ke Studio Alam. Di tengah perjalanan, si penumpang perempuan itu meminta kepada pengemudi ojek untuk mempercepat laju motornya karena ia takut terlambat datang ke tempat suting. Tanpa banyak tanya, si pengendara pun menambah kecepatan dan berhenti tepat di depan Pos Satpam.

Tapi apa daya, begitu ia menengok ke belakang tak ada siapa pun. Padahal, tadi, ia merasakan ada tangan halus menepuk bahunya sebagai tanda untuk berhenti. Ketika Satpam yang bertugas menanyakan keperluannya, si pengendara ojek hanya garuk-garuk kepala sambil berkata; “Tadi saya mengantarkan penumpang perempuan karena ia mau suting malam ini”.

Malam ini tidak ada suting”, demikian jawab Satpam, “yah … mudah-mudahan rejeki Abang makin lancar. Biasanya, kalau ada kejadian seperti ini, selama beberapa hari tukang ojek bakal kebanjiran rejeki”, lanjutnya lagi.

Aamiin”, hanya itu yang terlontar dari mulut si pengendara ojek sambil menghidupkan kendaraannya dan kembali ke pangkalan.

Apa komentarmu?