Kisah Kelam Waverly Hills Sanatorium

Bentuk gedung yang mirip sayap kelelawar itu dibangun di atas bukit Louisville, Kentucky, pada rentang 1910 dan merupakan rumah sakit pertama untuk merawat para pasien “wabah putih” tuberkulosis …
o
leh: Satrio Pinandito

Neomisteri – Seperti biasa, di sela-sela kesibukannya, Yok sering menyempatkan diri untuk berbincang dengan para wisatawan di atas kapal pesiar MS Prinsendam. Sudah barang tentu, Yok hanya menelisik secara detail pelbagai cerita horor untuk dituliskan dan disajikan bagi para pembaca setia neomisteri.

Salah satu wisatawan yang berasal dari negeri Paman Sam itu menceritakan tentang keangkeran seputar Waverly hills — gedung bekas rumah sakit yang dibiarkan terbengkalai itu, ternyata, kini lebih banyak dihuni oleh makhluk astral.

Belum lagi Yok menanyakan penyebabnya, kembali, lelaki yang mengaku bernama Jhon itu menambahkan; “Wajar, waktu itu belum diketemukan obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Selain itu, hampir sekitar lima belas sampai dua puluh tahun, Waverly Hills juga dijadikan sebagai rumah sakit geriatrik, pusat pelayanan penyakit jangka panjang dan lanjut usia”.

Pasien yang meninggal lebih kurang sekitar delapan ribuan orang. Penggunaan alat syok terapi dan malpraktik bukan tidak mungkin membuat arwah pasien yang meninggal akibat rasa sakit yang teramat sangat atau kegagalan dalam penanganan penyakitnya menjadi bergentayangan”, sambung Jhon dengan bersemangat.

Kelihatannya, keangkeran tentang rumah sakit, bangunan tua atau tempat yang pernah dipakai untuk bunuh diri dan pembantaian selalu menguarkan aroma mistik”, kata Yok seolah berpendapat.

Benar …,” sahut Jhon, “menurut Willy, salah seorang sahabat saya yang pernah datang ke tempat itu menjelang rembang petang, selain terdengar suara pintu yang menutup sendiri, yang paling sering terdengar adalah suara teriakan kesakitan yang menyayat dan suara beberapa orang yang melangkahkan kakinya secara bersamaan dan tergesa-gesa. Khususnya di lubang kematian, sebuah terowongan bawah tanah yang menghubungkan rumah sakit dengan rel kereta api di bawah bukit ”, lanjutnya lagi.

Wow … ada terowongan bawah tanah?” Tanya Yok.

Betul, tujuan dibangunnya terowongan tersebut untuk mengangkut jenasah agar tidak terlihat oleh pasien lainnya”, jawab Jhon.

Yok mencoba membayangkan peristiwa itu dengan apa yang pernah ia dengar atau baca dari sajian pelbagai cerita mistik yang ada di internet.

Tampaknya, cerita seputar hantu yang sering kita dengar hampir sama antara satu dengan lainnya”, gumamnya.

Setuju, namun, yang paling menakutkan adalah kelebat bayangan di jendela dan selalu meneriakan agar setiap yang datang untuk “keluar”, pungkasnya.

Agaknya, tak hanya manusia, makhluk tak kasat mata pun enggan jika tempatnya diganggu oleh kedatangan manusia ….

Leave a Reply