Sumur Keramat Penggila Judi

Pada zamannya, banyak orang datang ke sumur yang terletak di Desa Tahunan, Dukuh Mbrunggu, Rembang, untuk satu tujuan … mendapatkan nomor TOGEL ….
oleh: Supriyanto

 

Neomisteri – Menurut tutur yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, sumur tua yang konon tak pernah kering walau kemarau berkepanjangan dibuat sekitar tiga tahun setelah usainya Perang Jawa. Tujuannya hanya satu, agar penduduk tidak kesulitan mendapatkan air bersih dan sehat jika kemarau datang.

Setelah melalui ritual untuk meminta izin kepada kaki cikal bakal dan nyai cikal bakal daerah setempat yang dikenal dengan nama Nyi Ageng Pudhak, maka, pekerjaan pun dimulai dan jadilah sumur yang berair jernih sebagaimana yang dapat dilihat sekarang dan oleh banyak orang lebih dikenal dengan sebutan Sumur Pudhak.

Baca: Putri Kembang Sore

Pada zamannya, Sumur Pudhak sempat menjadi buah bibir di kalangan penggila TOGEL. Betapa tidak, konon banyak yang sempat sukses karena mendapatkan empat nomor jitu setelah melakukan ritual di sana. Biasanya, para penggila TOGEL datang dengan membawa secarik kertas kosong yang sebelumnya telah diberi mantera dan minyak wangi khusus oleh dukun atau paranormal untuk diletakkan di sekitaran sumur. Tak lama kemudian, ajaib, kertas kosong tersebut bertuliskan angka. Nah … angka tersebut yang dipasangkan oleh mereka ke bandar TOGEL.

Ada yang berhasil, namun, banyak pula yang gagal.

Malam itu, dengan ditemani Mas Gunawan, neomisteri mencoba menelisik kebenaran tentang Sumur Pudhak. Perjalanan lumayan melelahkan, maklum, posisi Sumur Pudhak tergolong cukup jauh dari pusat kota Rembang.

Baca: Hantu Rumah Mertua

Setibanya di sana, setelah meminta izin kepada perangkat desa, salah seorang sahabat neomisteri langsung mempersiapkan dan menata ubo rampe, sementara, kami beristirahat untuk melepaskan lelah sekaligus menenang hati dan pikiran sambil menghirup kopi panas yang sebelumnya telah dipersiapkan dan merokok.

Hingga akhirnya, Mas Gunawan memberikan isyarat sambil berjalan mendekati ubo rampe yang telah tertata dengan apik. Tak lama kemudian, ia pun duduk dan memberikan isyarat agar kami semua tenang — dan setelah itu, tampak Mas Gunawan menundukkan kepalanya sambil menaburkan serbuk gaharu ke atas sabuk kelapa yang mulai menyala.

Bersamaan dengan kelun dupa yang menebarkan aroma mistik, Mas Gunawan pun berhasil menyatukan cipta, rasa dan karsanya. Dengan takzim, ia pun melontarkan uluk salam; “Assalamualaikum Wr.Wb …”.

Sosok Wanita Cantik

Di depan sana, berdiri seorang wanita berwajah cantik dengan mengenakan busana Jawa tradisional. Setelah Mas Gunawan mengutarakan maksud dan tujuannya, wanita cantik yang mengaku bernama Nyi Ageng Pudhak sekaligus penguasa di sana pun berkata; “Mulanya, aku sengaja membantu penduduk yang terbelit utang. Sayangnya, ia menceritakan keberhasilannya kepada orang lain, sejak itu, tempat ini dijadikan sebagai ajang pencarian nomor togel”.

“Tapi, katanya banyak yang berhasil Nyi Ageng?” Tanya Gunawan.

“Ya … sayangnya, mereka yang dapat jadi malas dan menggantungkan hidupnya pada judi. Padahal kita tahu, tidak ada orang yang kaya karena judi. Cepat atau lambat, mereka akan jatuh miskin. Sayangnya, walau aku sudah mengingatkan untuk tidak membantu orang pemalas, namun, ada satu dua pendudukku yang tergiur membantu karena mendapatkan sajian yang nikmat dan belum pernah ia rasakan”, paparnya panjang lebar.

Baca: Misteri Tol Jombang Lokasi Kecelakaan Maut Vanessa Angel

Mas Gunawan pun mafhum, ia hanya bisa tersenyum, ternyata, kehidupan di dunia maya juga sama denga kehidupan manusia di alam nyata. Ada yang nakal, namun, banyak juga yang penurut.

Setelah dirasa cukup, kami pun bersiap-siap untuk kembali dengan hati yang mantap; yakni tempat yang tepat untuk memohon hanyalah Allah SWT, bukan kepada yang lainnya.

artikel terkait

Artikel Terbaru

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Serangan Umum Empat Hari

Serangan Umum yang dilakukan oleh para pejuang, pelajar, serta mahasiswa di Surakarta dan terjadi pada rentang 7-10 Agustus 1949 merupakan bukti bahwa anak negeri...

Dikuntit Banaspati

Bagi para pengendara kendaraan bermotor khususnya bus atau truk jalur Solo-Ngawi, sampai sekarang, Hutan Mantingan, masih dianggap sebagai salah satu ruas jalan yang tergolong...

Artikel Terpopuler