Legenda Mancanegara: Grafiti Berdarah

Bak sudah jatuh tertima tangga, akhirnya, Coenrad, diplomat, direktur Perusahaan Belanda di India Timur, serta enam kali terpilih sebagai Walikota Amsterdam secara berturut-turut diberhentikan, Jacoba sang istri pun meninggalkanya bahkan hartanya turut ludes di pasar saham ….
o
leh: Satrio Pinandito

Neomisteri – Denny, salah seorang sahabat Yok kini mukim di Negeri Kincir Angin untuk melanjutkan studinya di bidang sastra. Dalam suatu kesempatan, ia mengirimkan tulisannya untuk neomisteri lewat Yok. Menurutnya, ada salah satu cerita misteri yang sampai sekarang masih hidup di tengah-tengah masyarakat Belanda, khususnya yang mukim di Amsterdam.

Bro, waktu gua liwat di Jalan Amstel 216, di pusat Amsterdam, ada rumah yang dindingnya digambar grafiti. Tapi pake darah. Bagi gua grafiti itu digambar pake darah manusia karena baunya anyir”, kata Denny.

Kok bisa?” Tanya Yok.

Ceritanya panjang dan ngeri. Ntar gua bikin ceritanya dulu, trus gua kirim ke lu yak”, sahut Denny.

Tulis ya … gua yakin deh, soalnya lu kan dari dulu bisa ngeliat yang begituan”, kata Yok dengan penuh semangat, “tar gua minta biar dimuat pada kesempatan pertama’, tambahnya menjanjikan.

Sejatinya, tak ada perbedaan yang mencolok dengan rumah-rumah lainnya, Gijsbert Dommer Huis atau rumah Gijsbert Dommer seorang pengusaha yang memproduksi sabun dan didesain oleh arsitek Adriaen Dortsman dengan mulai pembangunan pada 1671 dan selesai pada 1672. Namun dalam perjalanan sang waktu, pada akhirnya, rumah tersebut lebih dikenal dengan sebutan Huis met de bloedvlekken (The House with The Blood Stains) atau Rumah dengan Noda Darah.

Menurut catatan, sepeninggal Gijsbert, bangunan yang terletak di jantung Kota Amsterdam jatuh ke tangan pemerintahan kota dan selanjutnya digunakan sebagai tempat tinggal para Walikota Amsterdam. Sudah barang tentu, walikota yang paling terkenal dan hingga membuat rumah itu menjadi buah bibir masyarakat sampai sekarang adalah Coenraad van Beuningen.

Betapa tidak, selain diplomat, direktur Perusahaan Belanda di India Timur, Coenraad terpilih menjadi Walikota Amsterdam sebanyak enam kali berturut-turut. Mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, demikian kata pepatah, pada suatu ketika, hidup dan kehidupannya pun berubah — selain didera pelbagai masalah akibat skandal politik, dan ketidakharmonisan rumah tangga setelah ia menikahi Jacoba Bartolotti van de Huevel, akhirnya, Coenraad pun diberhentikan sebagai walikota.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga, di tengah-tengah terpaan cobaan yang berat dan bertubi-tubi, selain Jacoba Bartolotti van de Huevel sang istri meninggalkannya tanpa pesan, kekayaannya pun praktis ludes di pasar saham. Sontak, Coenraad pun berubah menjadi sosok yang pendiam dan penyendiri.

Perlahan tetapi pasti, ia mulai lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumahnya. Hingga suatu saat, tanpa ada orang yang tahu, ia menggambar grafiti di dinding luar rumahnya dengan menggunakan darahnya sendiri.

Sampai detik ini, tak ada seorang pun mampu menerjemahkan grafiti yang menggambarkan aksara Yahudi, simbol bintang serta beberapa lagi simbol Kabbalah — beberapa menyatakan, ia menuliskan nama dirinya sendiri dan istrinya dengan darahnya sendiri walau tidak selesai.

Seiring dengan perjalanan sang waktu, Coenrad meninggal dunia pada 26 Oktober 1693 dalam keadaan papa. Dan rumah tersebut tercatat sebagai cagar budaya yang dilindungi.

artikel terkait

Artikel Terbaru

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Penunggu Kamar Belakang

Terus teteh kebangun dan badannya enggak bisa gerak tapi masih bisa liat. Tiba-tiba ada dorongan yang menyuruh lihat ke arah kakinya. Dan ternyata... Dari...

Genderuwo, Legenda Setan Raksasa di Pulau Jawa

Gendruwo diyakini kerap tinggal di aliran sungai, bangunan tua, bangunan kosong dan pepohonan besar dan rindang seperti beringin. Namun Genderuwo dipercaya lebih banyak tinggal di...

Artikel Terpopuler