Dendam yang Dibawa Mati

Silang pendapat yang menyebabkan keangkeran jembatan ini masih terus berlanjut sampai sekarang, yang pasti, menjelang petang, tak ada seorang pun ada yang berani melintas di jembatan yang terletak di bilangan Stowe Vermone, Amerika Serikat ….
o
leh: Satrio Pinandhito

Neomisteri – Yok baru saja merebahkan tubuhnya. Rasa lelah yang teramat sengat dirasakan di sekujur tubuhnya, maklum, sejak beberapa hari ini ia sibuk merancang dan berlatih untuk mementaskan Indonesian Night — hal ini biasa dilakukan oleh para crew untuk menghibur para wisatawan sekaligus memperkenalkan aneka budaya dari negerinya masing-masing.

Angannya menerawang jauh ke Jakarta. Sontak hatinya berdesir; “Jangan-jangan, teman-teman di sana menanti kiriman naskah lagi”, demikian bisik hati kecilnya.

Belum lagi mendapatkan jawaban dari mana ia bakal mendapatkan naskah, mendadak ada getar di HP-nya. Tertulis nama Armand C Smith, sahabat yang kebetulan mukim di Amerika Serikat. Setelah sejenak menyimak tulisan yang dikirim oleh Armand, Yok pun langsung menelepon untuk menanyakan beberapa hal.

Selain bekerja sebagai teknisi mesin di salah satu perusahaan merek mobil terkenal karena sejak kecil sudah terbiasa membantu sang ayah yang memang gemar dan piawai dalam otomotif, ternyata, Armand juga memiliki kelebihan khususnya melihat dan berkomunikasi dengan makhluk astral.

Sebenarnya hal itu sangat wajar, dari sang ibu, di dalam tubuhnya mengalir darah Indian — menurut pengakuannya, ia merupakan keturunan ke tiga belas dari salah satu ketua suku Indian yang sangat terkenal pada zamannya. Agaknya, apa yang dikuasai oleh Armand memang benar-benar turunan dari leluhurnya — kala itu, kata-kata sang leluhur (sayang, Armand enggan menyebutkan apa nama sukunya), seolah merupakan hukum yang tidak tertulis.

Kebesaran itulah yang membuat Armand, pada waktu-waktu tertentu, melakukan ritual sebagaimana sang leluhur. Berkat tuntunan sang ibu, khususnya tentang kelengkapan dan tata cara, sejak usia 15 tahun, Armand melakukan ritual di suatu tempat terpencil yang hanya diketahui oleh beberapa gelintir orang ….

Hingga pada suatu malam, 24 November 2020, ketika Armand sedang melakukan ritual, tampak sesosok wajah ayu dengan muka muram dan mengenakan busana masa lalu menghampirinya. Sosok tersebut mengaku bernama Emily.

Dialog di antara Armand dan Emily pun terjadi. Emily mengaku bahwa ia ada di jembatan tua yang terdapat di bilangan Stowe Vermone. Armand pun tertegun. Betapa tidak, ia mafhum, ternyata, wanita yang kini berdiri di depannya adalah sosok astral yang tergolong sangat ditakuti. Khususnya bagi para lelaki yang lewat di jembatan itu ketika matahari telah tenggelam.

Menurut pengakuan Emily, dendam kesumat terhadap setiap lelaki terjadi karena pasangan yang mulanya telah berjanji untuk sehidup semati dengannya meninggalkannya dengan begitu saja. Tanpa pesan apalagi alasan.

Rasa malu dan galau yang berkecamuk di hati dan benaknya membuat ia mengambil keputusan singkat. Bunuh diri!

Bukan tidak mungkin, dendam kesumat yang dibawanya, membuat ia selalu mengganggu siapa pun lelaki yang berani lewat di situ pada malam hari. Dialog singkat pun berakhir bersamaan usainya ritual yang dilakukan Armand. Ia hanya bisa bergumam; “Kasihan Emily, ia selalu mengganggu orang dengan harapan agar sang kekasih mau datang dan menyatakan rasa bersalahnya. Tapi apa daya, sampai sekarang, sang kekasih juga menghilang entah kemana”.

Apakah jika sang kekasih mau datang Emily tak lagi menggangu orang yang lewat?” Tanya Yok penasaran.

Bisa jadi, Emily akan tenang dalam tidur panjangnya karena sang kekasih bersedia datang dan menyesali perbuatannya”, kata Armand menutup pembicaraan telepon.

Apa komentarmu?