Kisah Supranatural Bocah Korban Tenggelam

Ada tetangga yang menyarankan untuk membawa Akmal ke Kyai. Orang tuanya pun membawa Akmal ke Kyai. Dan pada saat baru sampai pintu rumah sang Kyai, Kyai tersebut langsung terkejut dan sangat ketakutan.

 

Neomisteri – Cerita ini dialami oleh saudaraku sendiri, namanya Akmal (samaran). Saat itu Akmal berusia 4 atau 5 tahun kalau enggak salah. Dia tinggal di desa. Suatu hari Akmal bersama teman-teman sebayanya bermain di tanah lapang yg biasa digunakan untuk main bola.

Di sana ada batu besar yang baru saja dihancurkan dan diangkut batunya, sehingga tersisa lubang yang cukup dalam. Dan karena saat itu musim hujan, maka lubangnya tergenang air hingga ke permukaan. Akmal dan teman-temannya main-main air di lubang tersebut.

Saat bermain, Akmal terjatuh dan tenggelam di lubang tersebut. Tubuhnya yang kecil dan belum bisa berenang membuat dia susah untuk naik ke permukaan. Teman-temannya pun panik dan segera mengadu ke ibu Akmal.

“Bude, itu Akmal kelelep (tenggelam) di lapangan. Buruan tolongin bude”.

Ibu Akmal pun enggak percaya dengan ucapan anak tersebut, beliau pikir si anak hanya bercanda karena setahu beliau di lapangan tidak ada sungai dan genangan air. Setelah sekitar 20 menitan, si anak kembali lagi dengan wajah yang sangat panik. “Bude Akmal beneran tenggelam, saya enggak bohong.”

Akhirnya si ibu pun percaya dan segera berlari menuju lapangan itu. Betapa kagetnya beliau ketika melihat anak bungsunya sudah tenggelam di dalam genangan air setinggi dada orang dewasa. Si ibu langsung lompat ke dalam air dan menyelamatkan anaknya tersebut.

Setelah dibawa ke permukaan, badan Akmal sudah membiru dan kembung karena kemasukan air dalam waktu yang lama. Ibunya segera membawa Akmal ke Puskesmas terdekat. Perasaan ibu saat itu sangat hancur, beliau menyesal karena tidak segera menyelamatkan anaknya.

Dia berfikir Akmal tidak akan selamat karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Tapi ternyata keberuntungan berpihak kepada keluarganya. Akmal masih bisa diselamatkan. Setelah dirasa kondisinya sudah membaik, Akmal pun dibawa pulang ke rumahnya.

Setelah kejadian itu, Akmal menjadi anak yang sangat pendiam, berbeda dengan sebelumnya dia yang sangat periang dan mudah bergaul. Hingga umurnya sudah cukup untuk sekolah, dia pun masuk ke SD.

Keseharian Akmal hanya sekolah dan sisanya hanya ia habiskan untuk melamun di dalam kamarnya. Di sekolah ia hanya menjadi anak “bodoh” di mata gurunya. Karena dia yang sangat susah diajar membaca.

Dengan perubahan sikap Akmal yg drastis itu, keluarganya tak ada satu pun yang menyadari. Mereka berfikir Akmal adalah anak yang normal.

Hingga dia lulus SD, dia pun tidak melanjutkan pendidikannya ke SMP, karena masalah ekonomi. Nah karena dia saat itu sudah tidak sekolah, dia tidak pernah lagi keluar rumah, hanya di kamar setiap hari. Kulitnya pun sangat putih karena tak pernah terpapar sinar matahari.

Badannya yang mulai lemas membuat ortunya khawatir. Mereka membawa Akmal ke puskesmas dan tidak ditemukan penyakit apapun di tubuhnya. Pesan dari dokter hanya “Akmal jangan di kamar terus, banyak-banyak olahraga dan sering keluar rumah yah”. Tapi bertahun-tahun kemudian, Akmal dibiarkan seperti itu.

Singkat cerita, hingga saat Akmal berusia 18 tahun, keadaannya semakin parah. Badannya terlihat sangat kurus. Orang tuanya membawanya lagi ke dokter, dan hasilnya pun sama. Tidak ada penyakit apapun di tubuh Akmal.

Ada tetangga yang menyarankan untuk membawa Akmal ke Kyai. Orang tuanya pun membawa Akmal ke Kyai. Dan pada saat baru sampai pintu rumah sang Kyai, Kyai tersebut langsung terkejut dan sangat ketakutan.

Beliau dengan cepat bilang, “Saya tidak sanggup menanganinya, di dalam tubuh anak ini sudah sangat banyak yang menempati. Bawalah ke orang yang ilmunya melebihi saya.” (ambil menunjukkan nama Kyai yang beliau maksud.

Orang tua Akmal pun kaget, mereka tidak menyangka jika selama ini tubuh Akmal ditempati oleh makhluk halus. Mereka mambawa ke Kyai kedua, dan katanya makhluk yang di tubuh Akmal ini sudah nyaman dan tak mau keluar. Jumlahnya pun banyak sekali.

Akhirnya Akmal dibawa pulang ke rumah. Orang tuanya sangat bingung harus membawa Akmal kemana lagi, sedangkan mereka tdk ada biaya utk mengobati Akmal. Ibu Akmal menangis dan berucap “Keluarlah dari tubuh anakku, dia ingin hidup layaknya anak normal.”

Dan kalian tau? Akmal menjawab, tapi dengan suara perempuan. “Aku tak mau keluar bu, aku sayang Akmal.”

Ibunya terkejut, “Kamu siapa?” Dan ia pun mengaku jika ia bukan Akmal, melainkan makhluk halus (dia menyebutkan nama, tapi aku tak mau menyebutkan).

Setelah keluarga mengetahui masalah yang menimpa Akmal, justru makhluk yang di dalam tubuh Akmal semakin menunjukkan eskistensinya. Setiap hari selalu berganti makhluk yang berinteraksi dengan keluarga. Ada yang perempuan dan ada pula yang laki-laki. Hingga semakin lama orang tuanya pun sudah tidak takut dan terbiasa hidup dengan makhluk halus.

Dan dari sekian banyak, ada makhluk yang negatif. Dia bisa membaca pikiran setiap orang yang ditemuinya. Setiap ada orang yang berkunjung ke rumah, Akmal selalu teriak-teriak dan membuka aib orang tersebut. Contohnya “Kamu itu orang jahat, kamu itu dulu pernah bla bla bla”.

Hingga tidak ada yang berani berkunjung ke rumahnya lagi, karena takut dibongkar aibnya. Orang tuanya sudah sangat frustrasi denggan keadaan, sedih dan menangisi anaknya setiap hari.

loading...

Hingga suatu ketika Akmal bicara dengan suara perempuan (yang aku sebutkan di atas). “Bu, aku kasihan dengan ibu. Ibu mau kami keluar dari tubuh Akmal kan? Baiklah bu, kami bersedia. Cara mengeluarkan kami dengan diruqyah, dan dengan orang yang ilmunya tinggi. Tapi ibu harus sabar ya bu.”

Ibunya sangat terkejut dengan ucapan si makhluk ini, beliau tidak menyangka. Akhirnya keluarganya pun berunding untuk membawa Akmal ke orang yang tepat. Setelah menemukan Kyai yang sekiranya sanggup, mereka mengundang Kyai tersebut untuk datang ke rumah mereka.

Setelah proses ruqyah yang pertama, Akmal pingsan seharian. Hingga saat ia terbangun dan ada ibunya di sampingnya. Akmal mulai mengeluarkan suaranya, “Ibu”. Ibunya langsung menjawab, “Kamu siapa?” seperti yang biasa beliau tanyakan setiap kali Akmal mengajak bicara.

“Bu, ini Akmal bu,” ibunya pun langsung memeluk Akmal dengan tangisnya yang pecah. Beliau masih tak percaya jika proses ruqyah berhasil. Akmal bilang “Bu, kok Akmal hidup lagi? Dulu Akmal udah meninggal bu, kenapa sekarang Akmal bisa lihat ibu lagi?”

Saat cerita bagian itu pun, ibu Akmal sambil menangis. Beliau pun tidak tahu jika saat kecelakaan itu, Akmal meninggal. Ibunya pun hanya menjawab, “Enggak nak, Akmal belum meninggal.”

Setelah itu Akmal disuruh makan dan bercengkerama dengan keluarga. Tapi, kelakuan Akmal itu seperti anak kecil, dia masih tidak tahu apa-apa. Diajak ngobrol pun masih belum mudeng. Saat itu Akmal umur 18 tahunan.

Seharian Akmal bermain dengan tetangga-tetanggnya yang masih balita, dia sangat senang. Dia juga diajari membaca, dll. Hingga saat malam tiba, Akmal pun pingsan.

Dan yang mengejutkan, saat bangun sudah bukan Akmal lagi. Ibunya pun emosi “Kenapa kalian kembali lagi? Bukannya kalian sendiri yang bersedia untuk diruqyah?!”

Salah satu makhluk tersebut menjawab “Aku enggak mau keluar bu, aku sudah nyaman di sini. Aku enggak bisa pergi.”

Jadi ternyata enggak semua makhluknya tuh mau diruqyah, emang ada beberapa yang pergi. Tapi ada juga yang masih tetap tinggal. Untuk proses ruqyah pun dilanjut hingga ruqyah kedua dan seterusnya, hingga dipastikan semua makhluk keluar dari tubuh Akmal.

Makhluk-makhluk itu berasal dari lubang tempat akmal tenggelam. Dan ada beberapa juga yang berasal dari tempat-tempat yang pernah dilewati Akmal. Karena saat melihat Akmal dan ternyata di tubuh Akmal ini “rame”, akhirnya mereka juga ngikut gitu guys.

Jadi setelah ruqyah kedua itu Akmal kembali lagi, tapi ini bertahan lama walaupun makhluknya masih ada beberapa di tubuhnya. Akmal pun mulai hidup seperti biasa, tapi Akmal pernah menangis dan bilang “Bu, Akmal tuh anak kecil, Akmal enggak bisa mikir kayak ibu (orang dewasa),
enggak kuat kalo disuruh mikir, kalo ditanya sama orang, Akmal gengak bisa jawab bu.”

Ibunya pun merasa iba dengan anaknya. “Iya nak, Akmal enggak usah maksain yah. Yang penting Akmal sehat.”

Akmal menjawab: “Bu, kayaknya Akmal enggak kuat hidup seperti ini bu. Akmal enggak bisa kayak orang dewasa.”

“Akmal harus kuat, Akmal enggak boleh menyerah. Kita semua sayang sama Akmal. Akmal harus hidup buat kita,” kata ibu menenangkan.

Jadi kata Kyai yang meruqyah Akmal, Akmal seperti itu karena saat kecelakaan dulu Akmal masih balita. Dan saat rohnya kembali pun dia masih berwujud anak kecil. Jadi, raganya aja yang tumbuh, tapi jiwanya tidak.

Kabar terakhir, Akmal masih dalam pengobatan dengan Kyai, dan sekarang kondisinya sudah membaik. Sekarang umurnya mungkin 21 atau 22 tahun, lebih tua dari aku. Tiap lebaran aku ketemu dia, dan emang dari wajahnya keliatan kayak anak kecil. Salaman aja harus disuruh dulu.

Tiap hari dia mainnya sama anak-anak kecil. Dia juga enggak terlalu kenal sama keluarga-keluarganya. Contohnya saat aku ke rumahnya, ibunya bilang “Akmal, ini Lala. Salaman gih.”

Gerak geriknya kayak anak kecil banget. Terus dia cuma salaman, dan aku tanya “Kenal aku enggak?” Dia malah nanya ke ibunya “Bu, Lala ini siapa?”

Paling dia cuma tau mbahku aja, karna saat dia kecil dulu pun beberapa kali ketemu mbahku. Kalo sama aku enggak pernah. Sebenernya aku selalu ketemu dia tiap lebaran, tapi dia enggak bisa inget orang-orang yang ketemu dia saat dia udah kecelakaan. Jadi saat dia udah sadar pun dia merasa enggak pernah ketemu aku sebelumnya.

Pas ketemu juga, aku agak takut-takut gimana gitu gitu. Bayangin aja, ketemu sama makhluk halus. Tapi beruntungnya saat itu aku ketemunya sama Akmalnya, jadi enggak serem. Dan beneran dong, dia tubuhnya bersih banget enggak ada lecet sedikit pun, dan putiiih banget.

Mungkin itu aja cerita soal Akmal. Buat yang “tau” tentang begituan, bisa jelasin dong sebenernya yang Akmal alami itu apa? Dan apa benar Akmal itu udah meninggal? Karena itu juga masih jadi pertanyaan terbesarku soal Akmal.

 

 

 

————–
sumber: @mochaccinou

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *