Kerajaan Gaib di Waduk Bunder

Gumuk, atau daratan kecil yang berdekatan dengan bibir waduk ternyata menyimpan aura mistik yang demikian pekat, wajar, karena sejak dulu tempat itu dianggap sakral oleh masyarakat setempat ….
oleh: Andri Sahputra

 

Neomisteri – Neomisteri yang kebetulan sedang bertugas ke Jawa Timur, tanpa sengaja bertemu sahabat ketika masih duduk di bangku SMP. Tono (35 tahun) demikian sapaan akrabnya, kini bekerja sebagai salah satu ASN di kantor kecamatan di Gresik.

“Ayo … jangan lupa mampir ke rumah walau hanya sebentar”, demikian kata Tono seolah mengingatkan neomisteri sambil memberikan kartu nama.

Sorenya, ketika semua telah beres, neomisteri sengaja Gojek untuk menuju ke rumah Tono yang terletak di bilangan Gresik. Tak sampai tiga puluh menit, neomisteri sudah tiba di depan rumah yang terletak di salah satu perumahan. Setelah berbalas uluk salam, kini, Tono dengan wajah sumringah sudah berdiri di depan neomisteri.

“Masuk … kenalkan, ini Yuli, istri dan si kecil Yanti”, kata Tono sambil mempersilakan neomisteri untuk masuk.

Neomisteri sontak mengangguk sambil tersenyum. Setelah sejenak berbasa-basi, Yuli langsung berjalan ke belakang dan tak lama kemudian ia telah membawa dua cangkir kopi dan goreng pisang.

“Silakan nikmati makanan kampung Mas”, katanya sambil meletakkan cangkir kopi dan piring berisi goreng pisang di meja.

“Terima kasih Mbak Yuli”, sahut neomisteri sambil mengangkat cangkir kopi yang masih panas dan menyesapnya.

“Kelakuan belum berubah”, kata Tono, “panas-panas tetap langsung sruput”, imbuhnya sambil tertawa.

Baca: Sumur Ketandan Keraton Kasepuhan: Mampu Melunturkan Sihir dan penyakit

Kami pun terlibat dalam pembicaraan hangat mengenang kelucuan semasa sekolah. Yuli ikut nimbrung, maklum, sekolah kami dengan sekolahnya satu jalan. Agaknya, karena itulah ia berjodoh dengan Tono yang memang terkenal sejak SMP hingga SMA bahkan mahasiswa terkenal sebagai atlet Basket yang andal, pandai, santun dan ganteng.

Hingga akhirnya pembicaan kami pun bergeser ke hal-hal yang bersifat mistik. Sekali ini, Yuli yang bersemangat; “Oh … Waduk Bunder yang di Banjarsari”.

“Maksudnya?” Tanya sang suami cepat.

“Banjarsari itu masuk dalam Kecamatan Cermai, di sana ada Waduk Bunder”, jawabnya menerangkan.

Kerajaan Gaib di Waduk Bunder

“Apa hubungannya waduk dengan cerita mistik?” desak sang suami.

Yuli kelihatannya sedikit emosi akibat dua kali ceritanya dipotong oleh sang suami. Neomisteri berusaha menengahi; “Begini … tolong satu-satu biar aku gampang menuliskan ceritanya nanti”.

Sejenak Tono dan Yuli saling pandang. Akhirnya, Tono memutuskan agar Yuli yang memberikan keterangan seputar Waduk Bunder. “Di pinggir Waduk Bunder ada sebuah gumuk yang sudah sejak dahulu memang terkenal angker. Maklum, kalau dirunut, nenek moyang memang biasa menggunakan gumuk di tepian sungai atau laut untuk melakukan pelbagai upacara ritual. Oleh sebab itu, jangan heran, jika sampai sekarang gumuk yang berada di tepian sungai atau laut terkenal akan keangkerannya”.

Baca: Sumur Keramat Penggila Judi

Sekali ini Tono tersenyum bangga akan penjelasan sang istri, maklum, Yuli memang tergolong menguasai akan hal itu karena ia jebolan antropologi universitas tertua di Surabaya. “Bukti keangkeran gumuk itu terlihat dengan jelas, bila kemarau dan air waduk surut, posisi gumuk tetap segitu. Begitu juga jika penghujan, gumuk tidak tenggelam”.

Neomisteri pun mengangguk tanda setuju sambil bertanya; “Lalu, bentuk keangkeran bagaimana yang terasakan?”

“Pada malam dan bulan tertentu, kadang terdengar suar alunan gamelan. Terasa begitu dekat, kita dicari sumber suaranta ternyata dari gumuk tersebut”, jawab Yuli.

“Suatu hari, ada seorang pintar yang datang. Menurutnya, selain gumuk tersebut merupakan kerajaan makhluk halus, di Waduk Bunder juga tinggal dua penguasa gaib. Satu berbentuk naga, sedang satunya berbentuk buaya”.

“Oleh sebab itu, jika hendak panen ikan di Waduk Bunder, maka, pengelola selalu mengadakan pagelaran. Jika tidak, berbagai peristiwa yang tidak diinginkan pasti terjadi”, imbuhnya.

Baca: 5 Legenda Hantu Toilet Mengerikan di Jepang

“Pernah suatu ketika, saat panen, sang pengelola tidak mengadakan pagelaran wayang. Hasilnya juga sangat mengecewakan, selain sedikit, hasilnya juga bercampur dengan ular-ular kecil yang menakutkan”, tandasnya menutup pembicaraan.

Neomisteri pun menghaturkan terima kasih atas bantuan informasi yang diberikan Yuli dan pamit untuk kembali ke hotel sekaligus pulang ke Jakarta.

Kerajaan Gaib di Waduk Bunder

artikel terkait

Artikel Terbaru

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Mahasiswa Inggris Jual Cermin Berhantu Rp1,4 Juta

Tidak hanya Birch saja yang mengalaminya, rekan sekamarnya, Sotiris Charalambous juga mengaku sering diganggu oleh penghuni cermin tersebut. Pelukis berusia 34 tahun tersebut kadang...

Kisah Seram SPG di Gudang Makanan Beku Supermarket

Jadi aku jumputi tuh barang-barang yang jatuh. Persis di depan pintu gudang es krim. Ketika aku sibuk jumputi tuh, aku denger suara perempuan nangis....

Puputan Margarana

Artikel Terpopuler