Hajat Terkabul Berkat Wirid

Akibat pengurangan karyawan, Aji terpaksa harus banting tulang lebih keras lagi untuk membiayai beban hidup keluarganya dengan berjualan tempe mendoan di ujung gang tempat tinggalnya ….
oleh: G. Priambodho

 

 

Neomisteri – Di masa pandemi yang agaknya semakin berkepanjangan ini, praktis membuat banyak orang men jadi gelisah. Betapa tidak, selain takut terpapar, banyak bidang usaha terutama yang berhubungan dengan orang banyak dengan berat hati terpaksa mengurangi jumlah karyawannya. Dengan harapan, setelah pandemi berlalu, mereka mendapatkan kesempatan pertama untuk kembali bekerja di sana.

Baca: Mengenal Lebih Dekat Ajian Brajamusti

Kenyataan tersebut juga menimpa Aji (28 tahun). Ia yang telah dikaruniai seorang anak lelaki terpaksa harus berpikir keras dan banting tulang untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga kecilnya. Selain membayar kontrak rumah dan listrik, ia juga harus menyiapkan makanan dan vitamin yang baik untuk sang buah. Ninik (26 tahun) sang istri terpaksa mengundurkan diri dari SPG di salah satu mal ketika ia akan melahirkan.

Berbekal uang pesangon yang tak seberapa besar dari tempatnya bekerja, Aji mencoba menyalurkan hobinya memasak dengan menjual gorengan; tepatnya tempe mendoan di ujung gang tempat tinggalnya.

Selama sebulan, Aji benar-benar mengalami pasang surut. Beruntung, para tukang ojek yang biasa mangkal di sana selalu memberi semangat; “Semangat Mas Aji, baru sebulan, biasa begitu. Kita semua pernah ngalamin. Serahkan ama yang di Atas”, begitu kata Bang Boneng.

Baca: Khasiat Shalawat Nurul Anwar

“Nyang perlu, jangan lupain sholat. Rapih sholat, minta dah ma Alloh”, sambungnya lagi.

Waktu terus berlalu, alih-alih berkembang, usaha Aji rasanya seolah jalan di tempat. Jujur, ia merasa malu pada dirinya sendiri karena tak mampu mencukupi hidup dan kehidupan rumah tangganya.

Di tengah-tengah rasa putus asa, mendadak Bang Boneng datang dengan wajah berseri-seri; “Mas Aji, lusa ada yang mao pesen mendoan tapi yang spesial. 75 biji. Mao diambil sekitar jam lima sore. Bisa enggak”.

“Wah … boleh … bisa”, jawab Aji semangat.

“Jadi … gua kabarin dah orangnya biar ngomong sendiri”, kata Bang Boneng sambil memencet-mencet HP-nya.

Satu jam kemudian, tampak seseorang turun dari mobilnya sambil melambaikan tangan ke arah Bang Boneng yang sedang asyik duduk sambil menikmati kopinya. “Wah … ini Bos lapak mendoannya”, katanya sambil berdiri kemudian menyalami lelaki itu.

“Aji …?” Demikian kata lelaki yang tadi dipanggil Bos oleh Bang Boneng.

“Solihin …!” Kata Aji setengah berteriak dan menyalami lelaki yang ada di depannya.

Bang Boneng pun bingung. Ternyata keduanya sudah saling kenal. Aji pun menceritakan bahwa keduanya sudah bersahabat sejak kecil, maklum, Solihin adalah salah seorang putra guru mengajinya di kampung. Bang Boneng tampak menitikkan air mata bahagia, betapa tidak, ia berhasil menyambungkan tali silaturahim yang sudah terputus selama hampir tujuh tahun.

Baca: Keutamaan dan Khasiat Basmalah

Setelah membayar dan memberikan sedikit kelebihan buat Aji dan Bang Boneng agar esok mengantarkan tempe mendoan itu ke rumahnya, Solihin pun pamit untuk pulang.

Sejak itu, jadilah Solihin sebagai pelanggan utama yang tiap sepuluh hari sekali memesan tempe mendoan spesial sebanyak 75 buah.

Hingga pada suatu hari, tanpa diduga-duda, pada suatu pagi, Solihin sengaja mampir ke rumah Aji. Keduanya bercakap-cakap hingga sekitar pukul sepuluh. Pada kesempatan itu, Solihin mengingatkan Aji agar mewiridkan raja segala nama Allah — sebagaimana yang ia lakukan sampai berhasil seperti sekarang ini katanya sambil menuliskan sesuatu di secarik kertas;

يا ذا الجلال والإكرام

Yaa Dzal Jalaali Wal Ikroom

“Dibaca sebanyak 700 atau 1.100 kali tiap pagi dan sore. Lakukan dengan istiqomah. Insya Allah dalam waktu dekat segala hajat Aji bakal terkabul”, demikian katanya sambil mohon diri.

Waktu terus berlalu, lima bulan kemudian, kini, lapaknya sudah berganti dengan kios. Aji berhasil menyewa kios dan menambah menu namun tetap bercirikan masakan tanah kelahirannya. Purwokerto.

Apa komentarmu?