6 Makna Psikologis yang Dapat Dipetik dari Serial Squid Game

Dalam serial yang disutradarai oleh Hwang Dong Hyuk ini, beberapa peserta Squid Game menyesali keputusan yang diambil saat sedang emosi. Sebab, taruhannya bukan hanya hadiah tapi juga nyawa. Semua peserta ingin keluar dari pertandingan dengan selamat dan mendapatkan hadiah yang dijanjikan. Hal ini membuat mereka membuat keputusan yang salah ketika emosional.

 

Neomisteri – Serial Squid Game yang tayang di Netflix mulai 17 September 2021 lalu, sejak awal kemunculannya terus menjadi perbincangan publik. Film yang terdiri dari 9 episode ini bahkan menjadi trending nomor 1 di platform tersebut.

Serial asal Korea Selatan ini bercerita tentang persaingan sadis memperebutkan hadiah dalam jumlah besar, namun taruhannya adalah nyawa. Dalam kompetisi disebutkan bahwa semakin banyak pemain yang tersingkir, semakin besar peluang untuk menang. Dan orang-orang yang diundang dalam kompetisi ini adalah orang-orang yang sedang dalam masalah atau terlilit hutang.

Baca: Alasan Psikologis Serial Squid Game Sangat Diminati

Serial ini pun sempat menjadi kontroversi di kalangan masyarakat karena menyuguhkan adegan kekerasan, di sisi lain ada makna psikologis dan mengandung pesan moral yang kental.

Berikut 6 makna psikologis yang bisa dipelajari saat menonton serial Squid Game, seperti dilansir 1news:

Jangan mengambil keputusan saat sedang emosi
Dalam serial yang disutradarai oleh Hwang Dong Hyuk ini, beberapa peserta Squid Game menyesali keputusan yang diambil saat sedang emosi. Sebab, taruhannya bukan hanya hadiah tapi juga nyawa.

Semua peserta ingin keluar dari pertandingan dengan selamat dan mendapatkan hadiah yang dijanjikan. Hal ini membuat mereka membuat keputusan yang salah ketika emosional. Pesan moralnya adalah ketika ingin mengambil keputusan atau menanggapi sesuatu, lebih baik menunggu keadaan emosi yang lebih tenang terlebih dahulu.

VIDEO: Pria Tua Nekat Duel dengan Buaya Demi Selamatkan Anjingnya

Gali lobang tutup lobang bukan solusi
Sebagian besar pemain dalam kompetisi Squid Game bersedia bergabung karena harus membayar semua hutang yang tidak dapat dibayar.

Dalam rangkaian tersebut, banyak peserta yang berusaha menutupi hutangnya dengan mengambil hutang orang lain. Alih-alih melunasi utang, mereka menciptakan masalah baru.

Meminjam uang seperti kecanduan narkoba. Semakin banyak Anda mendapatkan uang dari orang lain dengan meminjam, semakin Anda terobsesi dengannya.

Squid Game

Kebutuhan lebih penting daripada keinginan
Sebagian besar karakter dalam seri Squid Game memiliki latar belakang yang berbeda mengapa mereka berakhir di game ini.

Rata-rata mereka gagal memprioritaskan kebutuhan, sehingga mengakibatkan utang yang besar. Seperti yang terjadi pada Gi Hun dan ibunya. Alih-alih menggunakan uang yang diperolehnya dari pinjaman untuk kebutuhannya dan mencari pekerjaan yang layak, uang itu digunakan untuk bermain judi.

Baca: Pengalaman Menyeramkan Masa Kecil Gigi Hadid

Keserakahan bisa membutakan
Game Squid Game adalah pertandingan survival atau bertahan hidup. Untuk bisa bertahan dan mendapatkan hadiah, peserta harus melakukan apa saja termasuk hal-hal yang bisa menimbulkan penyesalan.

Ketika tujuannya uang, orang-orang umumnya sangat bersemangat. Squid Game mengajarkan bahwa keserakahan akan uang tidak akan pernah memberikan hasil yang lebih baik.

Jangan mudah percaya pada orang baru
Dalam rangkaian permainan tersebut, peserta diminta beberapa kali untuk membentuk tim dalam permainan. Namun, tidak sedikit dari mereka yang mengkhianati dan merugikan temannya sendiri.

Menurut psikolog, kita tidak boleh mudah percaya pada orang baru. Setiap orang punya penilaian sendiri sejauh mana percaya dan tidak. Kita bisa bersikap baik kepada orang baru. Namun, kita juga bisa percaya pada diri sendiri bahwa kita tidak langsung percaya pada orang baru.

Baca: Disantet Mantan Pacar, Seorang Pria Gugat Dukun ke Pengadilan

Uang bukan segalanya
Di akhir serial, Gi Hun bertanya kepada Il Nam mengapa dia sengaja membuat game tersebut. Il Nam menjawab bahwa bahkan dengan berapa banyak uang yang dimiliki, seseorang masih dapat memiliki kehidupan yang membosankan, dan uang saja tidak cukup.

Squid Game bukan hanya tentang bertahan hidup, ini juga tentang menghargai dan melihat keindahan dari hal-hal kecil. Bahkan jika kita memiliki banyak uang, jika kita tidak bahagia dengan hidup, itu akan sia-sia.

artikel terkait

Artikel Terbaru

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Hantu Pelacur di Tambang Emas Tua Vulture Mine Arizona

Di lokasi pertambangan yang dekat dengan pemukiman 'mati' yang sudah ditinggalkan para penghuninya ini, dilaporkan dihantui oleh hantu pelacur di sebuah bekas bangunan rumah...

Sisi Gelap Dunia Pelacuran di Jepang

Neomisteri - Jepang dikenal dengan teknologinya yang maju. Di sisi lain, negeri Matahari Terbit itu juga dikenal dengan maraknya berbagai praktek prostitusi. Jepang menjadi surga...

Artikel Terpopuler